News

Mantan Mensos Juliari Segera Dieksekusi Jalani Hukuman 12 Tahun Bui

Juliari Batubara menerima atas vonis hukuman 12 tahun penjara.


Mantan Mensos Juliari Segera Dieksekusi Jalani Hukuman 12 Tahun Bui
Mentri Sosial Juliari Pieter Batubara berjalan mengenakan rompi tahanan usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Minggu (6/12/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara bakal dijebloskan ke lembaga pemasyarakatan karena tidak mengajukan banding.

"Informasi dari kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, terdakwa tidak mengajukan upaya hukum banding," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Rabu (1/9/2021).

Saat ini JPU masih menunggu petikan putusan untuk selanjutnya diserahkan kepada jaksa eksekutor. KPK sendiri juga tak akan melakukan upaya banding.

"Berikutnya, setelah Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) memperoleh salinan petikan putusan maka segera menyerahkan administrasi perkara kepada jaksa eksekutor KPK untuk pelaksanaan eksekusinya," kata Ali.

Sebelumnya, penasihat hukum Juliari Batubara, Maqdir Ismail mengatakan bahwa kliennya menerima putusan hakim. Juliari memutuskan tidak mengajukan upaya banding terhadap vonis 12 tahun penjara yang dijatuhkan hakim Tipikor Jakarta.

Juliari dinilai terbukti bersalah menerima suap senilai Rp 32 miliar dari para vendor bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

"Beliau sudah memutuskan tidak banding," kata penasihat hukum Juliari Batubara, Maqdir Ismail.

Diberitakan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis 12 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan kepada Juliari Batubara.

Majelis hakim juga mewajibkan Juliari untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp14.597.450.000 yang bila tidak dibayar maka akan dipidana selama 2 tahun. Ia juga dicabut hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 4 tahun sejak selesai menjalani pidana pokok.

Vonis tersebut lebih berat dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang meminta agar Juliari Batubara divonis 11 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dalam perkara tersebut, Juliari P Batubara selaku Menteri Sosial RI periode 2019-2024 dinyatakan terbukti menerima uang sebesar Rp1,28 miliar dari Harry Van Sidabukke, sebesar Rp1,95 miliar dari Ardian Iskandar Maddanatja serta uang sebesar Rp29,252 miliar dari beberapa penyedia barang lain.

Tujuan pemberian suap itu adalah karena Juliari menunjuk PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude yang diwakili Harry Van Sidabukke, PT Tigapilar Agro Utama yang diwakili Ardian Iskandar serta beberapa penyedia barang lainnya menjadi penyedia dalam pengadaan bansos sembako.[]