News

Mantan Kadiv Anggaran PT Antam Dicecar Soal Kasus IUP Batubara

Kasus ini diduga merugikan negara hingga Rp91,5 Miliar.


Mantan Kadiv Anggaran PT Antam Dicecar Soal Kasus IUP Batubara
Leonard Eben Ezer (AKURAT.CO/Ainurrahman)

AKURAT.CO, Kepala Divisi Akuntansi dan Anggaran PT. Antam, Tbk periode 2012-2013 diperiksa penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung terkait kasus Izin Usaha Pertambangan (IUP) Batubara di Kabupaten Sarolangun.

 "Saksi yang diperiksa berinisial K" kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer, Jumat (23/4/2021).

Leo menyampaikan ada dua saksi lain yang diperiksa dalam dugaan korupsi kasus Jual Beli Saham dan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Batubara di Kabupaten Sarolangun.

Mereka adalah HW selaku Staf Geomin PT. Antam, Tbk dan EMDP selaku Unit Geomin PT. Antam, Tbk periode 2014-2017.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana," kata mantan Wakajati Papua Barat.

Kasus IUP Batubara yang menyeret BUMN Tambang ini kembali disidik. Pada Rabu penyidik telah memeriksa satu saksi berinisial IMS selaku Mantan Vice President Unit Geomin PT. Antam, Tbk tahun 2010. 

Dalam kasus ini diduga merugikan negara sebesar Rp91,5 Miliar. Ada enam tersangka yang hingga kini belum ditahan. Mereka ditetapkan sebagai tersangka tersebut sejak tangga 7 Januari 2019 yang lalu.

Enam orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu yakni BM selaku Direktur Utama PT Indonesia Coal Resources, MT selaku pemilik PT RGSR, Komisaris PT Citra Tobindo Sukses Perkasa, ATY selaku Direktur Operasi dan Pengembangan, AL selaku Direktur Utama PT Antam, HW selaku Senior Manager Corporate Strategic Development PT Antam, dan MH selaku Komisaris PT Tamarona Mas International.

Sebagai informasi, kasus IUP Batubara dan jual beli saham di Kabupaten Sarolangun seluas 400 hektar ini diduga merugikan negara lewat PT Indonesia Coal Resources (ICR), anak perusahaan BUMN PT Aneka Tambang Tbk (PT Antam).

Kasus ini berawal dari Direktur Utama PT ICR bekerjasama dengan PT TMI selaku Kontraktor dan Komisaris PT TMI Tamarona Mas International (PT TMI) telah menerima penawaran penjualan/pengambilalihan izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP OP) batu bara atas nama PT TMI.

Lahan seluas 400 hektar yang terdiri dari IUP OP seluas 199 hektar dan IUP OP seluas 201 hektar. Kemudian diajukan permohonan persetujuan pengambilalihan IUP OP seluas 400 hektar (199 hektar dan 201 hektar) kepada Komisaris PT ICR melalui surat Nomor: 190/EXT-PD/XI/2010 tertanggal 18 November 2010.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu