News

Mantan Kadispora Sumsel Diduga Terima Duit dari Tersangka Korupsi Pembelian Gas

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan.


Mantan Kadispora Sumsel Diduga Terima Duit dari Tersangka Korupsi Pembelian Gas
Gedung Bundar Jampidsus. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI memeriksa mantan Kadispora Provinsi Sumatera Selatan bernisial MJ.

MJ diperiksa sebagai saksi perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pembelian Gas Bumi oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah (PD) Pertambangan Dan Energi (PDE) Sumatera Selatan.

"Saksi yang diperiksa MJ selaku Mantan Kadispora Provinsi Sumatera Selatan, diperiksa terkait penerimaan aliran transaksi keuangan Tersangka AYH," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Jumat (26/11/2021).

Leo mengatakan, Mantan Kadispora Sumsel Diduga terima Duit dari Tersangka Korupsi Pembelian Gas.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri.

"Penyidik menggali keterangan untuk menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada Perusahaan Daerah (PD) Pertambangan Dan Energi (PDE) Sumatera Selatan," kata Leo.

Sebelumnya, Istri Komisaris Utama sekaligus Direktur PT PDPDE Gas Muddai Madang berinisial RY (Ratna Yulita) juga diperiksa tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung. Dia diperiksa sebagai saksi untuk suaminya yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pembelian gas bumi PT PDPDE Sumatera Selatan.

RY diduga juga menerima aliran dana hasil korupsi PDPDE Sumsel.

Dalam perkara ini penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka. Yakni mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, mantan Direktur Utama PDPDE Sumsel sekaligus Direktur PT PDPDE Gas Caca Isa Saleh S, Komisaris Utama sekaligus Direktur PT PDPDE Gas Muddai Madang, dan Dirut PT (Dika Karya Lintas Nusa) DKLN merangkap Direktur PT PDPDE Gas merangkap juga Dirut PDPDE Sumsel Yaniarsyah.

Kejagung juga telah menetapkan Muddai Madang dan Yaniarsyah tersangka tindak pidana pencucian uang. Sementara Alex belum ditetapkan tersangka.

Dari perhitungan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), kerugian keuangan negara dalam kasus ini ditaksit mencapai sebesar 30 juta dolar Amerika Serikat. Adapun kerugian lain sebesar 63.750 dolar AS dan Rp2,131 miliar merupakan setoran modal yang tidak seharusnya dibayarkan oleh PDPDE Gas Sumsel. []