News

Mantan Jubir KPK: Tuntutan Mantan Mensos Juliari Batubara Sangat Mengecewakan

Gagal Menimbang Rasa Keadilan Korban Bansos Covid-19


Mantan Jubir KPK: Tuntutan Mantan Mensos Juliari Batubara Sangat Mengecewakan
Jubir KPK, Febri Diansyah saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (12/12/2019) (AKURAT.CO/Aricho Hutagalung)

AKURAT.CO, Mantan Jurubicara KPK Febri Diansyah mempersoalkan tuntutan 11 tahun penjara bagi mantan Menteri Sosial Juliari Batubara dalam kasus korupsi bantuan sosial (Bansos) Covid-19. Menurutnya, Juliari layak dituntut dengan hukuman lebih berat.

"Tuntutan KPK pada terdakwa korupsi Bansos Covid-19 yang hanya 11 tahun sangat mengecewakan," tulis Febri sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @febridiansyah, Jumat (30/7/2021).

Febri pun menyinggung Pasal 12 huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang digunakan jaksa KPK untuk menuntut Juliari. Pasal ini sebenarnya mengakomodir penjatuhan hukuman hingga penjara seumur hidup.

"Ada jarak yang cukup jauh dari ancaman hukuman maksimal 20 tahun atau seumur hidup," tambahnya..

Selain itu, Febri menilai tuntutan Juliari tidak memenuhi rasa keadilan. "Dan yang paling penting, dalam kondisi pandemi ini, tuntutan tersebut gagal menimbang rasa keadilan korban bansos covid-19."

Meski begitu, bagi Febri, tuntutan Juliari memembuktikan keyakinannya. Sedari awal kasus korupsi Bansos muncul, ia tidak percaya KPK akan menuntut terdakwa dengan pidana mati sebagaimana diutarakan Ketua KPK.

"Sejak awal, saya tidak percaya pernyataan Ketua KPK tentang hukuman mati pelaku korupsi pada pandemi covid-19 ini," kata dia.

Febri juga menyinggung langkah KPK dalam mengusut kasus Juliari cs. Ia menyebut penanganan kasus sangat kontroversial, misalnya terkait peran sejumlah politikus partai yang baru diperiksa sebagai saksi, sementara penyidik kasus ini disingkirkan dengan tes wawancara kebangsaan.

"Tuntutan terhadap terdakwa kasus korupsi Bansos Covid-19 tak obati kerugian masyarakat sebagai KORBAN KORUPSI," cuit Febri Diansyah.

Juliari Peter Batubara dituntut 11 tahun hukuman pidana penjara oleh Jaksa KPK. Juliari diyakini bersalah menerima suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020.

“Menjatuhkan pidana berupa pidana penjara selama 11 tahun dikurangi selama terdakwa berada di tahanan dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan,” kata Jaksa KPK, Ikhsan Fernandi membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (28/7).

Sebagaimana diketahui, Jaksa KPK menuntut majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap mantan Mensos Juliari Pieter Batubara.

"Menuntut menjatuhkan pidana berupa pidana penjara selama 11 tahun dikurangi selama terdakwa berada di tahanan dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan," ujar Jaksa KPK Ikhsan Fernandi Z di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Jaksa menyebut Juliari menerima uang suap Rp 32,4 miliar berkaitan dengan bansos Covid di Kemensos. Selain hukuman badan, Jaksa menuntut Juliari membayar uang pengganti senilai Rp 14,5 miliar dan mencabut hak untuk dipilih selama 4 tahun setelah masa pidana pokok dijalankan.[]