Lifestyle

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Sarankan Pemerintah Pertimbangkan Booster Kedua

Saran ini muncul setelah melihat kebijakan AS secara langsung


Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Sarankan Pemerintah Pertimbangkan Booster Kedua
Warga mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/4/2022) malam. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Beberapa negara memutuskan untuk memberikan booster kedua atau vaksin dosis keempat kepada masyarakatnya.

Tetapi sebagian besar dari program booster kedua ini hanya untuk kelompok rentan seperti orang tua dan orang dengan gangguan kekebalan.

Terkait hal ini, mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama pun mengusulkan pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan pemberian booster kedua, ditargetkan kepada kelompok rentan.

baca juga:

"Perlu mempertimbangkan pemberian vaksin booster kedua (vaksin ke empat) memang makin luas digunakan," kata Prof Tjandra Yoga Aditama dikutip AKURAT.CO, Kamis (26/5/2022). 

Usulan ini mengacu pada kebijakan yang dibuat oleh otoritas kesehatan Amerika Serikat. Adapun Prof Tjandra berkesempatan mengamati secara langsung penerapan booster kedua di Amerika Serikat. 

Prof Tjandra mengatakan bahwa anak usia lima hingga 11 tahun di Amerika Serikat harus mendapat vaksin Covid-19 booster dalam waktu lima bulan setelah mendapatkan dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech.

Dinas Kesehatan New York (New York State Department of Health/NYSDOH) juga memperkuat rekomendasi bahwa mereka yang berusia 50 tahun ke atas juga perlu mendapat booster kedua dalam jarak empat bulan sesudah mereka mendapat booster pertama.

"Bahkan, anak usia lima hingga 11 tahun yang ada gangguan imunologis sedang dan berat juga mendapat booster kedua," jelasnya.

"Demikian juga halnya mereka yang berusia di atas 12 tahun dan ada gangguan imunologis sedang dan berat," ujar Prof Tjandra.

Prof Tjandra menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan New York. Artinya, itu bukan kebijakan secara nasional. 

Lebih lanjut, Prof Tjandra menyampaikan bahwa otoritas terkait di New York menyediakan lebih dari 2.000 lokasi vaksinasi Covid-19 gratis.

Selain itu, ada begitu banyak pengingat dan imbauan terkait vaksin Covid-19 di Amerika Serikat.

"Karena selama di New York dalam sepekan ini saya kemana-mana via subway. Maka saya lihat di kereta, diumumkan bahwa vaksinasi Moderna dan juga tes Covid-19 tersedia di berbagai stasiun kereta," kata Prof Tjandra.[]