News

Manny Pacquiao Resmi Maju di Bursa Capres Filipina 2022

Dalam perjalanannya ke gedung pendaftaran, Pacquiao disambut oleh puluhan pendukung yang menunggunya di pinggir jalan.


Manny Pacquiao Resmi Maju di Bursa Capres Filipina 2022
Senator Filipina sekaligus ikon tinju dunia, Manny Pacquiao melambai dari busnya sebelum mengajukan sertifikat pencalonan sebagai presiden, di Pasay City, Metro Manila, Filipina, Jumat (1/10) (REUTERS/Eloisa Lopez)

AKURAT.CO Petinju legendaris dunia, Manny 'Pacman' Pacquiao, yang baru saja pensiun resmi mencalonkan diri di bursa calon presiden (Capres) Filipina 2022.

Sebagaimana diwartakan Reuters, Pacquiao menjadi orang pertama yang mengajukan pencalonannya pada awal pendaftaran untuk capres pada pemilihan umum Mei tahun depan. 

Pendaftaran pemilu Filipina biasanya berlangsung selama seminggu, dan diperkirakan akan menjadi ajang rebutan bagi ribuan jabatan politik di Filipina. Namun, tahun ini, acara pendaftaran pemilu di Filipina agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya diwarnai dengan kerumunan. Tahun ini, pendaftaran lebih sederhana karena adanya pembatasan virus corona. 

Kendati tak seramai pemilu sebelumnya, Pacquiao terlihat bersemangat untuk maju menyerahkan sertifikat pencalonannya ke badan pemungutan suara. Tanpa gembar-gembor yang berlebihan, Pacquiao datang ditemani oleh istri dan calon wakilnya, Wakil Ketua DPR Lito Atienza.

Dalam perjalanannya ke gedung pendaftaran, Pacquiao disambut oleh puluhan pendukung yang menunggunya di pinggir jalan. Mereka bersorak sambil melambai-lambaikan spanduk bertuliskan 'Lawan, Pacman'.

Setelahnya, Pacquiao mengatakan beberapa patah kata kepada media tentang rencananya jika dia terpilih menjadi presiden.

"Prioritas saya adalah menyelesaikan pandemi sehingga kita bisa mendorong pemulihan ekonomi," ujar Pacquiao, yang saat mendaftar mengenakan kaus polo merah marun dan masker wajah putih dengan gambar bendera Filipina.

Pacquiao mengatakan dia tidak terganggu oleh hasil jajak pendapat yang menyebut bahwa dia berada di posisi keempat di antara capres yang maju di pemilu 2022. 

Dalam komentarnya, Pacquiao terlihat mengkritik jajak pendapat tersebut, dan mengatakan mereka belum menghitung 'suara rakyat miskin'.

"Suara orang miskin belum didengar," katanya.

Baca Juga: Resmi, Pacquiao Tantang Duterte di Pilpres Filipina

Pacquiao dikenal sebagai salah satu petinju terhebat sepanjang masa, sekaligus satu-satunya petinju dunia yang berhasil menyandang sabuk juara di delapan kelas berbeda. Ia pensiun dari dunia tinju yang dicintainya pada September dan langsung mencalonkan diri sebagai presiden. Pacquiao adalah anggota kongres dua periode dan saat ini menjabat sebagai senator.

Petinju Legendaris Dunia, Manny Pacquiao Resmi Maju di Bursa Capres Filipina  - Foto 1
Jam Sta Rosa/ Pool melalui REUTERS

Menurut pakar, proses pendaftaran harus bisa mengakhiri spekulasi berbulan-bulan mengenai siapa yang akan bersaing untuk menggantikan Presiden Rodrigo Duterte. Diketahui,  karena di bawah konstitusi, Duterte tidak diperbolehkan mencalonkan diri kembali, dan sebagai gantinya, ia akan mengikuti pencalonan sebagai wakil presiden.

Selain Pacquiao, dua pesaing lainnya telah menyatakan niat mereka untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Mereka adalah mantan aktor yang kini menjabat sebagai Wali Kota Manila Francisco 'Isko Moreno' Domagoso; dan Senator Panfilo Lacson yang seorang mantan kepala polisi. Keduanya diperkirakan akan mengajukan sertifikat pencalonan pada hari-hari berikutnya.

Namun sorotan lebih akan tertuju pada Sara Duterte-Carpio, putri Duterte yang beberapa waktu lalu mengklaim akan menolak mencalonkan diri sebagai presiden. 

Duterte-Carpio, 43 tahun, telah menggantikan peran ayahnya sebagai wali kota kota Davao. Ia menjadi wali kota usai ayahnya naik ke kursi kepresidenan. 

Dalam jajak pendapat yang dilakukan berturut-turut tahun ini, Duterte menjadi capres paling populer. Akan tetapi, belum diketahui, apakah ia akan berubah pikiran dan maju dalam bursa capres mendatang.

Sementara itu, para analis ramai mengemukakan pendapat bahwa penerus Duterte haruslah seorang loyalis. Pasalnya, jika terpilih, loyalis tersebut kemungkinan bisa melindungi Duterte dari berbagai masalah hukum yang  menjeratnya, baik di tingkatan dalam negeri maupun Pengadilan Kriminal Internasional yang menyeretnya atas kasus ribuan pembunuhan dalam perangnya melawan narkoba sejak 2016.

Baca Juga: Pengadilan Internasional Dukung Penyelidikan 'Kampanye Perang Narkoba' Presiden Filipina

Namun, kritikus mengatakan niatan Duterte untuk melirik jabatan wakil presiden merupakan bukti dari 'langkah untuk melanggengkan kekuasaan'. Meskipun dalam hal ini, Duterte mengklaim motivasinya adalah semata-mata demi pelayanan publik.

Wakil presiden, Leni Robredo, yang memimpin oposisi, juga didesak oleh para pendukungnya untuk mencalonkan diri sebagai presiden.

"Dalam beberapa hari mendatang, tolong doakan saya agar keputusan kami menjadi yang terbaik untuk negara kami," katanya.

Lebih dari 60 juta orang Filipina akan memilih pada Mei 2022 untuk presiden baru, wakil presiden, dan lebih dari 18 ribu anggota parlemen dan pejabat pemerintah daerah.

Kandidat memiliki waktu hingga 8 Oktober untuk mendaftar, tetapi penarikan dan penggantian diizinkan hingga 15 November, meninggalkan ruang untuk perubahan hati di menit-menit terakhir. Contohnya, seperti kasus pemilihan 2016, di mana saat itu Duterte mendaftar menjelang tenggat waktu, dan akhirnya, ia justru menang dengan selisih suara besar.[]