News

Manko Polhukam: Takut Mati Karena Covid atau Ekonomi, Itu Dilema

Pernyataan Mahfud MD merespon rencana demonstrasi menolak PPKM dan oligarki Istana bertajuk "Jokowi End Game"


Manko Polhukam: Takut Mati Karena Covid atau Ekonomi, Itu Dilema
Menkopolhukam Mahfud MD saat konferensi pers usai acara Refleksi dan Proyeksi Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Hotel Melia Purosani, Kota Yogyakarta, Senin (14/12/2020) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah menyadari adanya keresahan di masyarakat terkait kasus Covid yang belum mereda.

Hal itu dia disampaikan menanggapi rencana demonstrasi bertajuk 'Jokowi End Game'. Seruan demo dengan tuntutan menolak PPKM dan bersihkan oligarki Istana itu beredar di media maya.

"Pemerintah menyadari dan mencatat adanya semacam ketakutan atau keresahan di tengah-tengah masyarakat berkenaan dengan Covid-19 yang trandnya terus tidak menentu," kata Mahfud dalam konferensi pers yang disiarkan Kemenko Polhukam di YouTube, Sabtu (24/7).

Keresahan, sebut Mahfud, muncul dalam dua bentuk yakni takut mati karena Covid atau takut mati karena ekonomi.

"Kalau kita bersembunyi dari Covid-19 bisa mati secara ekonomi, kalau kita melakukan kegiatan ekonomi diserang Covid-19. Itu dilema saudara," ucapnya.

Meski begitu Mahfud meyakinkan Pemerintah telah dengan segala daya dan upaya menangani Covid-19. Langkah yang ditempuh pemerintah dilakukan secara terbuka dan transparan melalui analisis-analisis data.

Menurut Mahfud pemerintah sudah membatasi kegiatan masyarakat dan melakukan vaksinasi Covid secara masif dari sisi pencegahan penularan Covid-19. Namun, katanya, kebijakan pembatasan yang terlalu ketat berbenturan dengan aspirasi sebagian masyarakat.

"Jadi berbuat ini kurang tepat, berbuat ini kurang tepat, sehingga perlu dicari jalan yang sebaik-baiknya," ujar pria kelahiran Sampang, Jawa Timur, itu. Dia pun menyadari ada saja pihak yang keberatan dengan kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi.

Jika hendak menyampaikan aspirasi, Mahfud menekankan langkah tersebut bisa disampaikan secara tertulis atau melalui media. Dengan begitu bisa mencegah kerumunan yang berpotensi menularkan virus SARS-Cov-2.

"Dalam rangka mencapai satu tujuan yaitu menangani Covid-19, itu tujuannya adalah menjaga keselamatan masyarakat, menjaga keselamatan rakyat, salus populi suprema lex esto. Keselamatan rakyat itu adalah hukum yang tertinggi," ujar Mahfud MD.[]