Ekonomi

Mandiri Pede Kinerja Tetap Stabil di 2023

Mandiri Pede Kinerja Tetap Stabil di 2023
Kantor pusat Bank Mandiri di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (19/7/2018). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, PT Bank Mandiri Tbk. (Persero) optimistis kinerja perseroan tetap stabil di tahun 2023 meski di tengah volatilitas pasar yang tinggi serta ancaman risiko global yang semakin besar.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, berdasarkan hasil riset tim ekonom Bank Mandiri, indikator awal (leading indicators) ekonomi domestik di sepanjang kuartal III, seperti Retail Sales Index, Purchasing Manager Index serta Mandiri Spending Index (MSI) masih menunjukkan kinerja ekonomi yang positif.

“Dengan kondisi tersebut, kami masih meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2022 ini akan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan di kuartal sebelumnya,” jelasnya dalam sambutan Mandiri Economic Outlook kuartal III 2022 di Jakarta, Selasa (4/10/2022).

baca juga:

Pertumbuhan positif tersebut, menurut Panji juga tidak terlepas dari penanganan pemerintah dalam mengendalikan pandemi Covid-19 dan akselerasi vaksinasi yang mampu melonggarkan mobilitas masyarakat. “Jika tanpa pelonggaran mobilitas seperti kondisi pre-pandemi, sangat sulit kinerja perekonomian sepanjang semester I 2022 dapat kita capai,” terangnya.

Lebih lanjut Panji menyebutkan, salah satu inisiatif yang dimiliki Bank Mandiri adalah terus melanjutkan transformasi digital dengan meningkatkan transaksi wholesale atau grosir dan ritel melalui perluasan ekosistem digital.

Langkah tersebut antara lain dilakukan dengan memaksimalkan layanan digital Livin’ by Mandiri untuk nasabah ritel serta Kopra by Mandiri untuk nasabah wholesale.

Sementara, ucap Panji, modal infrastruktur yang dimiliki Mandiri diantaranya kinerja keuangan yang menorehkan hasil sangat baik di kuartal II-2022, yakni total aset tumbuh 13 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) dengan kualitas yang terjaga.

Kenaikan itu tentunya diikuti oleh peningkatan penyaluran kredit yang tumbuh 12,2 persen (yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan pun meningkat signifikan sebesar 12,8 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan yang sebesar 9,1 persen (yoy).

Dirinya menjelaskan memasuki triwulan ketiga tahun ini, tantangan global terlihat semakin besar yang meliputi gejolak ekonomi dan geopolitik dunia yang berdampak pada ekspektasi stagflasi kepada negara-negara maju.