Ekonomi

Mandiri: Ekonomi Indonesia Kuartal II 2022 Alami Kenaikan Di tengah Ketidakpastian Global

Panji menambahkan, perekonomian yang mengalami perkembangan positif tersebut dikarenakan beiringan dengan perlonggarann mobilitas masyarakat.


Mandiri: Ekonomi Indonesia Kuartal II 2022 Alami Kenaikan Di tengah Ketidakpastian Global
Managing Direktor of Treasury & International Banking Panji Irawan, dalam acara Media Gathering & Presentasi Macroeconomic Outlook dari Tim Office of Chief Economic Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas, Rabu (22/6/22). (Tangkapan Layar)

AKURAT.CO, Managing Direktor of Treasury & International Banking PT Bank Mandiri (Persero) Panji Irawan mengatakan ekonomi Indonesia hingga menjelang kuartal ke II tahun 2022 menunjukkan faktor yang positif meskipun di tengah-tengah tekanan eksternal yang semakin besar akibat perang Rusia dan Ukraina dan juga angka inflasi global yang meningkat.

Ia menjelaskan dari sisi konsumsi belanja masyarakat sepanjang kuartal II 2022 hingga mencapai level tertinggi hal tersebut ditunjukkan oleh Mandiri Spending Indeks di mana indeks frekuensi belanja berada di level 185,5 sementara indeks nilai belanja naik ke level, 159,9 ini menunjukkan pemulihan ekonomi yang signifikan yaitu frekuensi nilai belanjanya juga naik.

“Tentu saja semakin memicu ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed yang akan lebih membuka mata lebih lebar mata dari hawkish dengan langkah manuver menaikan suku bunga ke depan dengan agresif,” ucap Panji Irawan dalam acara Media Gathering & Presentasi Macroeconomic Outlook dari Tim Office of Chief Economic Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas, Rabu (22/6/22).

baca juga:

Panji menambahkan, perekonomian yang mengalami perkembangan positif tersebut dikarenakan beiringan dengan perlonggarann mobilitas masyarakat dan juga penyaluran vaksinasi yang dilakukan pemerintah itu merupakan faktor-faktor penting dalam pemulihan ekonomi secara massif.

“Dari sini kita bisa lihat bahwa vaksinasi yang dilakukan secara terus menerus oleh pemerintah dan pelonggaran mobilitas merupakan faktor-faktor penting dalam pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah secara massif,” jelasnya.

Pergerakan ekonomi, lanjutnya, terus membaik. Ia menyebutkan bahwa ekspor juga tumbuh dengan memanfaatkan peluang pasar yang membaik di negara-negara tujuan ekspor seiring dengan pemulihan global dari berbagai faktor.

"Pertumbuhan ekspor dengan meningkatnya transaksi di tengan bulan Ramadhan lalu, jangan lupa kita masih dibantu oleh naiknya harga-harga komoditas di dunia. Namun demikian pemulihan ekomoid ke depan dihadapkan pada beberapa tantangan yang perlu kita waspadai,” lanjutnya.

Sementara itu, dollar ke rupiah sempat di angka Rp 14.800, apabila dilihat dari 23 minggu yang lalu nilai tukarnya masih Rp 14.000 – Rp 14.200. dirinya mengingatkan untuk tetap mengatispasi dan yakin bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk tumbuh dan melewati berbagai tantangan yang akan terjadi.

“Tantang tersebut tentu saja perlu kita antisipasi bersama namun dengan sikap yang tetap bahwa kita memiliki kemampuan untuk tumbuh dan melewati berbagai tantangan,” tukasnya.[]