Ekonomi

Mandiri Ciptakan Platform API, Apa Saja Fungsinya?


Mandiri Ciptakan Platform API, Apa Saja Fungsinya?
Kantor pusat Bank Mandiri di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (19/7/2018). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO PT Bank Mandiri kembali meluncurkan Mandiri API (Application Programming Interface) untuk membangun kolaborasi dengan pihak-ketiga membangun sistem API dan open banking.

Melalui Mandiri API, para mitra bisnis dapat dengan mudah mengakses informasi serta mengintegrasikan layanan dan produk perbankan yang dimiliki oleh Bank Mandiri pada platform digital milik mitra. Sehingga, adanya Mandiri API akan mempermudah kerjasama bank dengan para mitra berplatform digital, baik itu e-commerce, fintech, start-up, dan korporasi lainnya.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi menjelaskan, bahwa sebagai bagian dari roadmap transformasi digital Bank Mandiri, mandiri API akan menjadi katalis pertumbuhan dan pengembangan digital ecosystem saat ini.

“Jadi banking tidak lagi hidup sendiri tapi kita membuka diri untuk diakses oleh mitra-mitra seperti e-commerce dan fintech untuk mengakses kita. Bank memiliki bisnis cukup luas, database banyak, customer banyak, dan transaksi dan layanan yang oke. Kita berkolaborasi dengan e-commerce dan fintech membuat potensi bisnis kita bertambah,” kata Hery Gunardi saat telekonferensi pers secara virtual, Senin (14/9/2020).

Hery juga menambahkan, bahwa adanya Mandiri API juga akan menguntungkan bagi nasabah karena memberi kemudahan dan kenyamanan bagi para pelanggan mitra bank mandiri untuk mengakses layanan perbankan yang disediakan oleh Bank Mandiri. Sehingga menunjang pertumbuhan platform digital mitra melalui ketersediaan layanan perbankan yang handal dan jaringan nasabah Bank Mandiri yang luas.

“Misalnya saja, melalui API kita fasilitasi digital platform untuk bisa top up e-Money. Kita sediakan jalur pengajuan pinjaman untuk kredit UMKM secara digital dengan cepat tanpa tatap muka. Kita juga tingkatkan kepastian dan kecepatan pembayaran dari pelanggan mitra melalui direct debit. Kita berharap mitra dapat merasakan keuntungan serupa dengan bergabung dalam komunitas mandiri API,” tambahnya.

Selain produk tersebut, mandiri API menawarkan kemudahan integrasi berbagai layanan transaksi perbankan lainnya pada digital platform mitra, seperti transfer antar rekening, transfer antar bank, bill payment, auto debit, dan lain-lain.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknologi dan Informasi Bank Mandiri, Rico Ustavia Frans menyebutkan bahwa saat ini terdapat hampir 100 calon mitra yang telah mendaftar untuk menggunakan platform Mandiri API. Adapun pihaknya memperkirakan bahwa kedepannya Bank akan menargetkan hingga 145 startup dan perusahaan fintech lainya yang dapat menggunakan platform ini pada akhir tahun ini.

Ia juga memastikan bahwa standar dari sistem keamanan ini telah dibangun sesuai standar yang diperlukan sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para nasabah bank mandiri, serta mitra platform digital untuk bertransaksi. Dimana Bank Mandiri telah menerapkan standar manajemen ISO:27001 serta memasang sistem anti-fraud untuk memonitor dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“API ini dikembangkan oleh tim bank mandiri, dan kita sudah memiliki tim yang dengan cepat bisa membangun ini sesuai dengan standar sistem keamanan yang diperlukan. Kita juga duduk di working group open banking API di bank indonesia. Harapan kita bisa menyelaraskan standar ini sehingga sesuai dengan regulator,” pungkasnya.