Entertainment

Manajer Rachel Vennya Ngamuk Usai Diperiksa Sebagi Tersangka, Ini Sebabnya

Manajer Rachel Vennya ngamuk setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya


Manajer Rachel Vennya Ngamuk Usai Diperiksa Sebagi Tersangka, Ini Sebabnya
Selebgram Rachel Vennya (kiri) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (8/11/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Maulida Khairunnia, manajer Rachel Vennya mencak-mencak ditanya awak media terkait hasil pemeriksaan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (8/11). Maulida menjalani pemeriksaan bersama Rachel dan juga Salim Nauderer, kekasih Rachel Vennya.

Awalnya Maulida meminta dikasih jalan agar mereka bisa langsung masuk ke dalam mobil. Usai pemeriksaan, Rachel Vennya dan Salim Nauderer memang enggan diwawancara usai diperiksa sebagai tersangka kasus kabur dari tempat karantina.

"Halo kasih jalan dulu boleh ya. Sorry ya," ujar Maulida Khairunnia di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (8/11).

Terlibat saling dorong-dorongan dengan awak media, Maulida Khairunnia kemudian langsung marah-marah gara-gara jalannya menuju mobil terhalang. Padahal awak media hanya ingin meminta keterangan Rachel Vennya setelah kurang lebih empat jam diperiksa penyidik.

Karena emosi, Maulida bahkan mengeluarkan kata-kata kasar dan menyebut awak media anarkis dengan berteriak. Maulida tidak terima jalannya menuju mobil dihalangi oleh awak yang melakukan tugas peliputan.

"Eh kalian boleh jangan anarkis nggak, tolong jangan anarkis. Eh kalian itu blunder banget sih. Ini kalian membuat kerumunan, minggir, minggir," teriak Maulida Khairunnia.

Sebagai informasi, Rachel Vennya dan kekasih beserta manajernya tiba di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.20 WIB untuk menjalani pemeriksaan. Mereka diperiksa selama empat jam atas kasus kabur dari Wisma Atlet yang menjeratnya.

Sebelumnya, Rachel Vennya resmi ditetapkan sebagai tersangka pada 3 November 2021 lalu. Dia menjadi tersangka bersama Salim Nauderee, Maulida, dan satu petugas protokol kesehatan yang bekerja Bandara Soekarno-Hatta. 

Rachel Vennya dan tiga tersangka lainnya dijerat dengan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dan atau Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit. Ancaman dari UU tersebut adalah satu tahun penjara. 

Seperti diketahui, Rachel Vennya, Salim Nauderer, dan Maulida, kedapatan kabur dari Wisma Atlet sebelum waktu karantinanya selesai. Sejatinya menjalani isolasi mandiri selama delapan hari, mereka justru kabur baru tiga hari mengikuti karantina.

Pada saat itu, Rachel Vennya hingga manajernya itu diharuskan menjalani proses karantina karena baru pulang dari Amerika Serikat. Sayangnya, mereka justru kabur dan Rachel pun langsung ke Bali untuk merayakan ulang tahunnya di sana.

Tidak hanya itu, di tengah namanya ramai diberitakan lansir dari Wisma Atlet, Rachel Vennya juga diketahui mengadakan pesta mewah di atas kapal saat menuju Labuan Bajo. Kini Rachel sudah ditetapkan sebagai tersangka dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.