News

Manajemen Cabut Laporan, Kasus Pembakaran Kantor PSS Berujung Damai

Kepolisian bisa saja sewaktu-waktu membuka kembali kasus ini


Manajemen Cabut Laporan, Kasus Pembakaran Kantor PSS Berujung Damai
Bagian dalam Omah PSS yang jadi sasaran percobaan pembakaran oleh OTK, Minggu (28/11/2021) sore. (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Kasus percobaan pembakaran Kantor PSS atau Omah PSS di Sariharjo, Ngaglik, Sleman Minggu (28/11/2021) berakhir damai.

Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono menuturkan, kasus berujung damai seiring pencabutan laporan oleh Manajemen PSS.

"Iya, damai. Dari PT PSS kemarin ternyata sudah bermediasi dengan pelaku. Kemarin mereka datang ke kami, didampingi dari pemerintah daerah juga," kata Wachyu dihubungi, Kamis (2/12/2021).

Wachyu mengklaim kepolisian sama sekali tak campur tangan terkait langkah dari pihak pelapor ini. Dikatakannya, pencabutan laporan dilatarbelakangi rasa kekeluargaan antara manajemen dan suporter.

"Alasannya katanya itu anak-anak mereka sendiri, suporter mereka sendiri. Dan dengan memohon dengan sangat sekali," ungkap Wachyu.

Kendati telah diputuskan untuk diambil jalan damai, Wachyu menegaskan kalau kepolisian bisa saja sewaktu-waktu membuka kembali kasus ini.

"Kami sifatnya tidak masalah (dengan pencabutan laporan), mereka tetap dalam pengawasan kami. Proses penyidikan kan masih. Kalau mereka dirasa nanti tidak baik lagi kami bisa buka lagi perkaranya," tutupnya.

Dua pelaku percobaan pembakaran kantor manajemen PSS menyerahkan diri ke Polres Sleman, Selasa (30/11) malam. Mereka adalah GD (36), warga Pundong, Bantul dan TL (26), warga Trimulyo, Sleman yang teridentifikasi sebagai oknum suporter dari salah satu kelompok pendukung PSS.

Kepada polisi, pelaku mengaku berbuat demikian lantaran didorong rasa kecewa terhadap manajemen klub serta performa PSS selama berkompetisi di Liga 1 2021-2022. []