Rahmah

Mana yang Lebih Utama Antara Bersedekah atau Memberi Utang?

Banyak orang menduga yang utama adalah sedekah, yuk lihat mana yang lebih baik


Mana yang Lebih Utama Antara Bersedekah atau Memberi Utang?
Ilustrasi sedekah (freeimages.com/Pierre Amerlynck)

AKURAT.CO Umat Islam memiliki kewajiban untuk memiliki sikap saling tolong menolong antar satu dengan yang lainnya. Sikap ini tidak hanya akan memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat secara umum, namun juga kebaikan agama dan negara.

Perintah Allah kepada hamba-Nya untuk selalu memiliki sikap saling tolong menolong ini banyak disinggung melalui ayat Al-Qur'an. Salah satunya dalam Surah Al-Maidah Ayat 2. Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

baca juga:

Artinya: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (QS Al-Ma'idah: 2).

Allah SWT akan berada pada posisi penolong hamba-hambaNya selama mereka mau menolong hamba Allah yang lain. Siapa yang mau memberikan solusi atas masalah yang dihadapi orang lain, maka Allah akan berikan solusi terbaik untuk masalah yang sedang dihadapinya.

Disebutkan dalam sebuah riwayat, Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ أَخِيهِ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ 

Artinya: "Barangsiapa melapangkan satu macam kesempitan dari aneka macam kesempitan yang dialami saudaranya, Allah akan melapangkan kesempitan penolong itu dari kesempitan-kesempitan hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi (aib) orang Muslim, Allah akan menutupi aibnya baik di dunia maupun di akhirat. Barangsiapa memudahkan urusan orang yang sedang kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia maupun di akhirat. Allah selalu dalam pertolongan seorang hamba selama ia mau menolong saudaranya.” (Sunan at-Tirmidzi: 2869).

Sebagian bentuk pertolongan seseorang kepada yang lainnya adalah memberi sedekah dan memberi pinjaman/utang. Lalu muncul pertanyaan, mana yang lebih utama antara memberikan sedekah atau memberikan utang?

Anas bin Malik dalam sebuah riwayat, dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, memberikan jawaban atas pertanyaan di atas, sebagai berikut:

 رَأَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ مَكْتُوبًا الصَّدَقَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا وَالْقَرْضُ بِثَمَانِيَةَ عَشَرَ فَقُلْتُ يَا جِبْرِيلُ مَا بَالُ الْقَرْضِ أَفْضَلُ مِنْ الصَّدَقَةِ قَالَ لِأَنَّ السَّائِلَ يَسْأَلُ وَعِنْدَهُ وَالْمُسْتَقْرِضُ لَا يَسْتَقْرِضُ إِلَّا مِنْ حَاجَةٍ.  

Artinya: "Saya melihat di saat saya diisra'kan pada pintu surga tertulis, shadaqah dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Memberi utang dilipatkan 18 kali lipat. Kemudian saya bertanya kepada Jibril, 'Bagaimana orang yang memberi utang lebih utama dari pada bershadaqah?'.  Kemudian Jibril menjawab 'Karena orang yang meminta, (secara umum) dia itu meminta sedangkan dia sendiri dalam keadaan mempunyai harta. Sedangkan orang yang berutang, ia tidak akan berutang kecuali dalam keadaan butuh'." (Sunan Ibnu Majah: 2422).

Melalui keterangan di atas jelas bahwa memberikan utang lebih utama dibanding bersedekah. Karena alasan orang yang memberi utang berarti memberikan solusi atas orang yang benar-benar sedang kekurangan, tidak memiliki harta. Sedangkan dalam sedekah, orang yang diberi masih berpotensi memiliki uang. Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online