Olahraga

Mampukah Indonesia "Membujuk" FIFA selepas Tragedi Kanjuruhan?

Mampukah Indonesia
Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Bangkok, Sabtu (2/11/2019) (Twitter @jokowi)

AKURAT.CO, Selain karena merupakan salah satu tragedi terbesar dalam sejarah sepakbola dunia,  tragedi Kanjuruhan juga membuat Indonesia harus “berbaik-baik” dengan FIFA. Pasalnya, besarnya angka korban tewas di Stadion Kanjuruhan bisa membuat Indonesia kehilangan proyek sepakbola terbesarnya: Piala Dunia U-20 2023.

Kurang dari sepekan setelah tragedi di stadion yang terletak di Malang, Jawa Timur, tersebut, Indonesia bergerak aktif untuk menjalin kontak dengan petinggi FIFA. Tujuannya jelas agar organisasi induk sepakbola dunia tersebut tak menjatuhkan hukuman dengan membatalkan hak Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Bahkan Presiden Joko Widodo secara langsung melakukan hubungan telepon dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, Rabu (5/10). Dalam pembicaraan tersebut, Jokowi mengaku membicarakan tragedi Kanjuruhan dan dampaknya terhadap Piala Dunia U-20.

baca juga:

“Keputusan apapun kewenangan FIFA,” kata Jokowi.

Pada hari yang sama, Menteri BUMN dan mantan Ketua Komite Olimpiade Internasional (IOC), Erick Thohir, menemui langsung Infantino di Doha, Qatar. Tampaknya diutus langsung oleh Jokowi, eks Presiden Inter Milan itu mengatakan bahwa FIFA bakal mendukung untuk perkembangan sepakbola Indonesia.

“Saya juga menyampaikan salah dan surat khusus dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino," kata Erick Thohir.

Mampukah Indonesia Membujuk FIFA selepas Tragedi Kanjuruhan - Foto 1
Menteri BUMN, Erick Thohir, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam pertemuan di Doha, Qatar, Rabu (5/10).

Adapun FIFA sudah meminta keterangan dari PSSI tentang peristiwa di Kanjuruhan. FIFA dan Federasi Sepakbola Asia (AFC) juga berkemungkinan datang langsung ke Indonesia untuk memeriksa dan menggali informasi mengenai insiden yang menewaskan 131 orang tersebut.

Gerakan yang dilakukan pejabat tinggi negara sekelas presiden dan menteri menunjukkan bahwa tragedi Kanjuruhan adalah pukulan besar terhadap usaha Indonesia untuk membangun sepakbola ke level dunia.

FIFA sendiri sudah menyambut ambisi tersebut dengan memberikan Indonesia hak untuk menyelenggarakan Piala Dunia U-20 yang semula dijadwalkan pada 2021 namun diundur ke 2023 karena pandemi Covid-19.

Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali, mengatakan bahwa tragedi Kanjuruhan bisa membuat FIFA mencabut hak Indonesia menyelenggarakan Piala Dunia U-20. “FIFA akan melihat Indonesia dianggap tidak siap dalam menggelar pertandingan terutama dari sisi keamanan,” kata Akmal.[]