Lifestyle

Mamah Muda Wajib Tahui Intensitas dan Konsistensi Feses Si Kecil

Mama Muda harus mengetahui intensitas dan konsistensi feses si Kecil yang baru lahir, ketika sedang BAB. Karena menggambarkan kesehatan si Kecil


Mamah Muda Wajib Tahui Intensitas dan Konsistensi Feses Si Kecil
Ilustrasi menggantikan popok si Kecil (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Bagi kamu Bunda yang baru menjadi Ibu atau sering disebut Mama Muda, harus mengetahui intensitas dan konsistensi bentuk feses saat Si Kecil yang baru lahir, ketika sedang buang air besar (BAB).

Sebab, menurut laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), feses Si Kecil bisa mengungkapkan informasi penting tentang kesehatan mereka secara keseluruhan.

Intensitas waktu feses si kecil

Selama 24 jam pertama, bayi setidaknya harus BAB satu kali karena gula yang terkandung dalam ASI dikonsumsi bertindak sebagai pencahar untuk mendorong meconium pada pencernaan untuk keluar. 

Pada hari ketiga, kotoran ini menjadi tinja yang lebih ringan, cair dan lebih mudah dibersihkan dengan handuk.

Bayi yang baru lahir sampai usia seminggu, bisa BAB hingga 12 kali. Bahkan tak jarang bayi yang diberi ASI akan BAB setiap selesai disusui.

Sebab, refleks gastrokolika-nya masih kuat. Adapun gastrokolika ialah refleks tubuh meningkatkan pergerakan usus besar sehingga bayi buang air besar segera setelah disusui.

Sementara menurut laman Parents, saat Si Kecil berusia 12 minggu, ia Kecil mungkin bisa BAB berkisar antara satu hingga delapan kali dalam sehari. Rata-rata, Si Kecil bisa empat kali BAB setiap harinya saat berumur 12 minggu.

Lalu, pada usia tiga hingga enam bulan, beberapa bayi yang diberi ASI mulai jarang buang air besar. Beberapa bayi ASI sering kali tidak BAB bahkan hingga 7-10 hari.

Sebab, pada usia ini, fungsi saluran cerna bayi berangsur berkembang dan refleks gastrokolika mulai mengendur.

Sementara itu, intensitas BAB bayi yang diberi susu formula (sufor) biasanya tidak berubah selama beberapa bulan awal usia mereka. Bayi yang diberi susu formula cenderung buang air besar setidaknya satu kali sehari tetapi bisa juga lebih sering, di atas satu kali sehari.

Jika Si Kecil yang minum susu formula tidak buang air besar selama dua hari, maka kemungkinan besar dia mengalami sembelit. Jangan ragu untuk langsung berkonsultasi dengan dokter.

Setelah bayi mendapatkan MPASI, intensitas BAB-nya berkurang, tetapi menjadi lebih teratur, baik bayi ASI maupun susu formula. Namun, bayi ASI tidak selalu konsisten.

Setelah berusia tiga tahun, biasanya buang air besar anak sudah sama seperti orang dewasa, satu kali sehari. Pada anak normal, buang air besar minimal sekali tiap tiga hari dan sesering-seringnya tiga kali sehari, asalkan tekstur fesesnya normal, tidak encer atau tidak keras.

Konsistensi feses si kecil

Setelah enam hari, Si Kecil yang mengonsumsi ASI seharusnya tidak lagi buang air besar berupa meconium. BAB Si Kecil seharusnya berwarna keemasan, kuning mustard, dan bisa beragam dari oranye ke hijau.

Konsistensi kotoran bayi minum ASI akan lebih lembek dengan aroma yang ringan atau tidak terlalu menyengat. Bayi yang minum susu formula cenderung memiliki warna kotoran yang lebih gelap dan padat, dibanding bayi minum ASI. Warna kotoran bayi yang minum susu formula berkisar dari kuning hingga coklat kehijauan dan aromanya sangat menyengat.

“Jika mengombinasikan ASI dengan susu formula, maka kotoran bayi saat buang air besar juga merupakan kombinasi keduanya,” ujar Perawat Bersertifikat, Donna Murray, seperti dikutip dari lama Verywell Family pada Minggu, (10/10).[]