News

Malioboro Dibuka Terbatas Selama PPKM Level 4, Pahami Dulu Aturan Barunya

Kawasan wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, dibuka seiring adanya pelonggaran aktivitas PPKM Level 4, Rabu (28/7/2021).


Malioboro Dibuka Terbatas Selama PPKM Level 4, Pahami Dulu Aturan Barunya
Situasi pertokoan di Jalan Malioboro yang terpantau sepi, Sabtu (3/7/2021). (AKURAT/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Kawasan wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dibuka seiring adanya pelonggaran aktivitas PPKM Level 4, Rabu (28/7/2021) besok. Namun, sederet aturan ketat dipersiapkan demi mengantisipasi penularan COVID-19 di kawasan ikonik milik Kota Gudeg ini.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kawasan Cagar Budaya Malioboro, Ekwanto, mengatakan bahwa pengunjung atau wisatawan pengguna kendaraan roda dua dan roda empat diizinkan melintas mulai besok. Khusus bus pariwisata, akan diberlakukan serangkaian aturan ketat.

Kata Ekwanto, sopir bus wisata pertama harus bisa menunjukkan izin operasi dari agen bus, sementara para penumpang mengantongi surat sehat berupa keterangan bebas COVID-19 milik masing-masing.

"Bus yang datang tidak serta merta langsung turun. Nanti kru bis harus lapor petugas di parkiran Abu Bakar Ali, akan didata berkasnya surat pengantar agen, swab antigen dan lainnya. Para penumpang turunnya per kloter," kata Ekwanto, Selasa (27/7/2021).

Baca Juga: Betor-betor 'Tak Bertuan' yang Terpaksa Istirahat di Masa PPKM Darurat

Mereka yang tak bisa mematuhi persyaratan awal ini, Ekwanto memastikan bakal langsung diminta putar balik dan meninggalkan area Malioboro.

Durasi bus-bus pariwisata selama di kawasan Malioboro juga dicatat kapan datang dan kapan harus pergi. Pasalnya, waktu kunjungan bagi wisatawan kini terbatas 2,5 jam saja.

"Nanti masing-masing bus kami beri tanda menggunakan tulisan bus masuk kapan dan keluar jam berapa. Lalu baik wisatawan lokal atau luar daerah, kami batasi hanya 2,5 jam," jelasnya.

Ekwanto menjelaskan, serangkaian aturan ini dibuat demi mencegah terjadinya kerumunan di kawasan Malioboro. Pihaknya juga mengurangi kapasitas maksimal jumlah pengunjung per zona untuk tujuan serupa.

"Dulu zonasi kan 500 (per zona). Sekarang kami perkecil zonasi hanya 200. Sirip Barat 100 orang, sirip Timur 100 orang," ujar Ekwanto merinci.[]