Olahraga

Malaysia Terkesan dengan Suasana "Kakak-Adik" yang Ditunjukkan Apri/Fadia

Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti meraih gelar World Tour pertama hanya dua bulan setelah diduetkan.


Malaysia Terkesan dengan Suasana
Pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, di podium juara Malaysia Terbuka 2022 di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (3/7). (PBSI)

AKURAT.CO  "Power of Indonesia's Sisterhood" adalah tajuk yang dipilih media Malaysia, New Strait Times, untuk menggambarkan keberhasilan pasangan ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, menjuarai Malaysia Terbuka 2022.

Bisa diartikan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai "Kekuatan Persaudaraan Perempuan Indonesia", judul tersebut tak salah untuk menjelaskan kesuksesan Apri/Fadia-sapaan Apriyani/Fadia. Meski baru dipasangkan selepas All England, Maret lalu, komunikasi Apri/Fadia di lapangan menunjukkan bahwa keduanya bersikap seperti kakak-adik.

Apriyani sendiri mengakui bahwa suasana seperti itu didapatkannya semasa ia berpasangan dengan seniornya yang sudah memutuskan pensiun, Greysia Polii. Bersama Greysia yang lebih tua sebelas tahun, Apriyani mencapai puncak pencapaiannya dengan meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

baca juga:

"Dua bulan sebelum Greysia pensiun, saya sangat sedih, saya tidak berpikir saya bisa terus (bermain) tanpa dia. Meski begitu, pelajaran yang saya ambil dengan melihat dia membuat saya untuk terus bertarung," kata Apriyani sebagaimana dipetik dari New Strait Times.

"Kini tiba giliran saya untuk memberikan pengetahuan ke pasangan baru (Fadia), yang saya anggap seperti saudari saya sendiri, seperti Greysia pada saya."

Pun demikian, secara usia sebenarnya Apri/Fadia lebih ideal karena mereka hanya berjarak dua tahun saja. Selain suasana kakak-adik di lapangan, Fadia seperti melengkapi permainan Apriyani dengan kejeliannya melepaskan pukulan yang kerap tak terduga.

Kini, sirkuit bulutangkis dunia, terutama di sektor tunggal putri, bersiap melihat jagoan baru yang boleh jadi akan menempati jajaran elite dalam waktu yang panjang dalam diri Apriyani/Fadia. Apriyani sendiri masih jauh dari kata puas dan berharap bisa back-to-back meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024.

"Saya merasa terhormat untuk bisa menjadi mentor Fadia saat ini," kata Apriyani. "Kami berharap bisa menjaga momentum ini, dan semoga ada kesempatan di Olimpiade Paris 2024."

Pekan ini, Apri/Fadia akan kembali bertanding di Malaysia Masters di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka akan bertanding menghadapi pemain yang berjuang dari babak kualifikasi.[]