News

Malaysia Salahkan Perayaan Lebaran atas Munculnya Hampir 60 Klaster COVID-19

Menurut Kementerian Kesehatan Malaysia, 58 klaster COVID-19 yang muncul pada 13 Mei hingga 10 Juni terkait dengan Hari Raya Idulfitri.


Malaysia Salahkan Perayaan Lebaran atas Munculnya Hampir 60 Klaster COVID-19
Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah. (Foto: thestar.com.my) ()

AKURAT.CO, Kementerian Kesehatan Malaysia menyatakan perayaan Hari Idulfitri dan Hari Gawai sebagai penyebab munculnya 60 klaster COVID-19 yang menginfeksi 3.511 orang. Hal ini diumumkan pada Kamis (10/6).

Dilansir dari Channel News Asia, otoritas mengatakan 58 klaster yang muncul pada 13 Mei hingga 10 Juni terkait dengan perayaan Hari Idulfitri. Sementara itu, 2 klaster lainnya terkait dengan Hari Gawai, pesta tahunan warga Dayak di Sarawak, Malaysia. Sebanyak 13.023 orang dites COVID-19 dan 27 persen di antaranya positif.

Sabah menyumbang jumlah klaster terbanyak dengan 11 klaster, diikuti Sarawak dan Kedah, masing-masing mencatat 8 dan 7 klaster. Perak dan Kelantan pun sama-sama memiliki 6 klaster, sedangkan Johor dan Pahang sama-sama punya 5 klaster. Sementara itu, Melaka mencatat 3 klaster, Labuan 2 klaster, Selangor 1 klaster, dan Penang 1 klaster. Tiga klaster tersisa terkait dengan perayaan meriah di Kuala Lumpur, Negeri Sembilan, dan Terengganu.

"Klaster-klaster ini mengakibatkan kematian 20 orang, sedangkan 11 pasien masih di unit perawatan intensif (ICU) pada Kamis (10/6)," kata Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah.

Baca Juga: Jenazah COVID-19 Membludak di Malaysia, Mayat Harus Antre untuk Ditangani

Jumlah pasien di ICU Malaysia pun terus memecahkan rekor selama 17 hari berturut-turut, dari 25 Mei hingga 10 Juni. Angka ini menembus 900 pada 7 Juni dan mencapai 911 pada 10 Juni.

Menurut Noor Hisham, peningkatan infeksi dan kematian yang terkait dengan klaster hari raya itu serius dan mengkhawatirkan. Pasalnya, itu terjadi dalam waktu singkat.

"Sudah menjadi tanggung jawab semua orang untuk melindungi mereka yang rentan, terutama orang tua lanjut usia di kampung halaman kita dengan tidak mengekspos mereka ke virus corona," serunya.

Noor Hisham juga mendesak Malaysia agar mencontoh negara tetangga yang telah berhasil mengendalikan situasi pandemi COVID-19.

"Mereka telah menunjukkan bahwa dengan kerja sama semua pihak dan kepatuhan pada prosedur standar operasional yang ditetapkan, kehidupan normal bukan hal mustahil," pungkasnya.

Hingga Kamis (10/6), Malaysia telah melaporkan total 639.562 kasus COVID-19. Sebanyak 79.848 di antaranya masih aktif atau menular.

Sejak awal pandemi, Negeri Jiran telah mendapati total 2.422 klaster. Sebanyak 745 di antaranya masih aktif.[]