News

Malaysia Longgarkan Pembatasan COVID-19 selama Ramadan, Bazar dan Tarawih Berjemaah Diizinkan

Malaysia telah melonggarkan pembatasan virus corona di sebagian besar negara bagian saat bulan puasa


Malaysia Longgarkan Pembatasan COVID-19 selama Ramadan, Bazar dan Tarawih Berjemaah Diizinkan
Kedai makan di Malaysia diizinkan buka pada dini hari hingga jam 6 pagi selama Ramadan (The Straits Times)

AKURAT.CO, Malaysia telah melonggarkan pembatasan virus corona di sebagian besar negara bagian saat bulan puasa dimulai pada Selasa (13/4). Dengan begitu, bazar Ramadan dan salat tarawih dapat kembali digelar, meski kasus COVID-19 sering berada di atas 1.000 per hari pada tahun ini.

Dilansir dari The Straits Times, tempat makan diizinkan tetap buka dari dini hari hingga jam 6 pagi sepanjang bulan Ramadan. Padahal, sebelumnya, mereka hanya dapat beroperasi hingga tengah malam.

Pada pertengahan Januari, Malaysia melarang bepergian di 13 negara bagiannya. Otoritas kesehatan pun didesak publik untuk segera memutuskan izin mudik selama liburan Hari Raya pada pertengahan Mei. Tahun lalu eksodus massal tahunan tersebut dilarang pemerintah demi mencegah penyebaran infeksi ke daerah pedesaan.

Menurut keterangan Menteri Senior Keamanan Ismail Sabri Yaakob pada Sabtu (10/4), pemerintah akan meminta Kementerian Kesehatan untuk membuat pengumuman dini soal perjalanan antarnegara bagian agar warga Malaysia dapat melakukan persiapan.

Kasus COVID-19 harian baru sekali turun di bawah 1.000 per hari pada tahun ini, menjadi 941 kasus pada 29 Maret. Jumlah infeksi harian mencapai puncaknya pada 30 Januari sebanyak 5.728 kasus. Namun, sebagian besar cenderung di atas 1.000, tetapi masih di bawah 2.000 dalam 7 pekan terakhir.

Setiap pemerintah negara bagian dan 3 wilayah federal pun kerap mengambil pendekatan berbeda dalam memutuskan masalah kota dan masalah agama. Sebagian besar mengizinkan umat Muslim berkumpul setiap malam di masjid selama Ramadan untuk salat tarawih berjemaah. Namun, ada juga yang melarangnya.

"Itu riskan karena angka COVID-19 masih tinggi. Kita bisa salat di rumah. Itu sama saja," terang guru Ainul Abdullah yang berusia 42 tahun.

Sementara itu, di wilayah federal Kuala Lumpur, 65 bazar telah diizinkan beroperasi setiap hari dari jam 3 sore hingga 8 malam. Namun, pembeli dan pedagang diperintahkan mengenakan masker dan menjaga jarak yang aman.

"Siapa pun yang melanggar prosedur standar operasional terancam hukuman majemuk (denda) hingga maksimal 10 ribu ringgit terhadap individu tersebut dan 50 ribu ringgit terhadap penyelenggara dan akan segera ditutup," tegas pernyataan Balai Kota Kuala Lumpur pada Minggu (11/4).

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu