News

Malaysia Cabut Tuntutan pada Bank AS yang Terlibat Skandal 1MDB


Malaysia Cabut Tuntutan pada Bank AS yang Terlibat Skandal 1MDB
Goldman Sachs konsisten mengaku tak bersalah atas skandal korupsi dan pencucian uang 1MDB oleh pemerintah Malaysia di era kepemimpinan Najib Razak (BBC)

AKURAT.CO, Kejaksaan Malaysia pada Jumat (4/9) mencabut tuntutan pidana terhadap 3 unit Goldman Sachs yang dituduh menyesatkan investor dalam penjualan obligasi yang mereka bantu atur untuk dana negara senilai lebih dari USD 6,5 miliar (Rp95,7 triliun). Langkah itu dilakukan setelah bank Amerika Serikat (AS) tersebut setuju membayar USD 3,9 miliar (Rp57,4 triliun) ke Malaysia untuk menyelesaikan penyelidikan atas dugaan perannya dalam skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Dilansir dari Reuters, Departemen Kehakiman AS memperkirakan USD 4,5 miliar (Rp66,3 triliun) telah disalahgunakan 1MDB antara 2009-2014, termasuk sebagian dana yang dibantu Goldman Sachs. Ketiga unit yang berbasis di London, Hong Kong, dan Singapura telah mengaku tidak bersalah di bulan Februari. Pihak bank pun konsisten membantah tudingan itu.

"Goldman Sachs International Ltd, Goldman Sachs (Asia) LLC, dan Goldman Sachs (Singapura) dibebaskan dari 4 tuduhan yang dibuat terhadap mereka," kata Hakim Pengadilan Tinggi Mohamed Zaini Mazlan.

Sebagai bagian dari kesepakatannya dengan Malaysia, Goldman telah membayar USD 2,5 miliar (Rp36,8 triliun) tunai dan menjamin pengembalian aset 1MDB sebesar USD 1,4 miliar (Rp20,6 triliun) yang disita di seluruh dunia.

Setidaknya 6 negara, termasuk Swiss dan Singapura telah membuka penyelidikan pencucian uang dan korupsi 1MDB dalam skandal yang melibatkan mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan para petinggi dana tersebut. Di bulan Juli, Najib divonis bersalah atas korupsi dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara. Namun, ia bersikeras tidak bersalah.[]