Entertainment

Maknai Hari Kemerdekaan Bagi Syifa Hadju dan Giulio Parengkuan

Bintang muda Syifa Hadju dan Giulio Parengkuan berbagi pemikirannya tentang makna kemerdekaan.

Maknai Hari Kemerdekaan Bagi Syifa Hadju dan Giulio Parengkuan
Syifa Hadju dan Giulio Parengkuan di XXI Epicentrum, Kuningan Jakarta Selatan, Senin (15/08). (AKURAT.CO/Maria Gabrielle)

AKURAT.CO, Indonesia merayakan hari kemerdekaan ke 77 di tahun ini. Sebagai rakyat Indonesia, aktris Syifa Hadju mengatakan bahwa 17 Agustus merupakan hari penting.

"Makna 17 Agustus sebagai rakyat Indonesia tentunya penting sih, karena ini kan event penting yang membuat kita jadi merdeka, terlepas dari jajahan orang-orang luar," ujar Syifa Hadju saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Maka dari itu, menurut pemain film Jailangkung: Sandekala ini penting untuk memperingati hari kemerdekaan sekali dalam satu tahun. Syifa Hadju menuturkan dalam satu hari ini masyarakat bisa mengenang jasa para pahlawan.

baca juga:

"Makanya dijadiin hari libur juga karena ya penting nggak sih buat diingat dan dirayain? Maksudnya nggak hanya makan kerupuk dan lain-lain tapi juga menurut aku lebih dari itu," ungkap Syifa Hadju.

"Kita dikasih waktu satu hari untuk bisa mengenang apa aja sih yang sudah dikorbankan sama pahlawan-pahlawan kita untuk kita bisa sampai di momen kayak sekarang yang sebebas ini," tambahnya.

Makna Hari Kemerdekaan Bagi Syifa Hadju dan Giulio Parengkuan - Foto 1
Syifa Hadju dan Giulio Parengkuan di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/08). AKURAT.CO/Maria Gabrielle

Syifa Hadju juga menuturkan saat masih kecil, dirinya mengikuti beragam perlombaan 17-an. Salah satunya adalah lomba makan kerupuk.

"Sering lah pasti waktu kita kecil, selalu ikut lomba makan kerupuk, pawai sepeda, ya banyak lah," kenang Syifa Hadju.

Dalam kesempatan yang sama, lawan main Syifa Hadju dalam film Jailangkung: Sandekala, Giulio Parengkuan juga berbagi pemikirannya. Dia memaknai hari kemerdekaan sebagai pengingat masa lalu.

"Untuk aku sih sebagai pengingat masa lalu sih," jawab Giulio Parengkuan.

Giulio juga merasa bahwa perlombaan yang dilakukan saat 17-an menjadi momen pengingat. Sebab terkadang ada jarak yang membentang dalam hal-hal yang perlu dibela misalnya, keadilan dalam masyarakat.

"Mungkin bagian tentang aspek-aspek yang dilakukan lomba-lomba itu untuk mengingat bahwa sekarang kita terkadang berjarak dengan hal-hal yang perlu kita juangkan dalam nilai keadilan dalam kemasyarakatan. Mengingat kita mulai dari mana dan sekarang dititik mana justru ada halnya yang masih patut kita bela atas nama kemanusiaan mungkin," jelas Giulio Parengkuan.[]