Lifestyle

Makna Tema Hari Air Sedunia 2021: Valuing Water


Makna Tema Hari Air Sedunia 2021: Valuing Water
Hari Air Sedunia (WORLD WATER DAY)

AKURAT.CO Hari ini, Senin, 22 Maret 2021 diperingati Hari Air Sedunia (World Water Day) ke-29. Peringatan Hari Air Sedunia merupakan peringatan bagi masyarakat akan penting air bersih dan pengelolaan sumber air yang berkelanjutan.

Mengutip dari worldwaterday.org, peringatan tahun ini mengakngat tema Valuing Water atau menghargai air sebagai sumber kehidupan manusia. Sebab, air adalah salah satu unsur terpenting dalam kehiduapan manusia, maka kelestariannya harus selalu dijaga. 

Nilai air lebih dari sekadar harganya. Air memiliki nilai yang sangat besar dan kompleks untuk aktivitas sehari-hari, makanan, budaya, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan keutuhan lingkungan alam kita. Jika kita mengabaikan nilai dari air untuk kehidupan, kita berisiko salah mengelola sumber daya yang terbatas dan tak tergantikan ini.

Dengan mengetahui nilai dan manfaat air bagi kehidupan, kita dapat menghargai air dengan benar dan menjaganya secara efektif untuk semua orang. Seperti dengan menanam pohon berumur panjang sebagai penyangga air di sekitar mata air, tidak menjadikan sungai atau laut sebagai tempat pembuangan sampah atau limbah, menggunakan air secukupnya dalam aktivitas sehari-hari, dan masih banyak lagi.

Selain itu, kita juga perlu menyadari bahwa belahan dunia masih banyak masyarakat yang kekurangan air bersih. Oleh sebab itu, gerakan penyelamatan mata air harus secara bersama-sama digalakkan.

Secara khusus, dalam laporan Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), beberapa pulau di Indonesia diprediksi akan mengalami krisis air parah dalam waktu 10 tahun mendatang. 

Dalam Rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 yang dikeluarkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, kelangkaan air di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara diperkirakan meningkat hingga 2030. Proporsi luas wilayah krisis meningkat dari 6,0% di tahun  2000 menjadi 9,6% di tahun 2045. Kualitas air diperkirakan juga menurun signifikan.
 
“Jawa diprediksi  akan mengalami peningkatan defisit air sampai tahun 2070,” kata Heru Santoso dari LIPI) dilihat dari laman lipi.go.id.

 Hari Air Sedunia ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 29 tahun silam saat Sidang Umu ke-47 di Rio De Janeiro, Brazil pada 22 Desember 1992. 

Hari Air Sedunia pun pertama kali diperingati pada 1993 dengan tujuan supaya masyarakat di dunia memberi dukungan dalam konservasi air dengan cara mengurangi penggunaan air keran yang berlebihan.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co