News

Pemerintah Diharap Bisa Melaksanakan Proses Pendidikan di Tengah Pandemi

Bintang sebagai sumber cahaya menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia. 


Pemerintah Diharap Bisa Melaksanakan Proses Pendidikan di Tengah Pandemi
Ilustrasi (Istimewa)

AKURAT.CO, Pemerintah diminta agar tetap melaksanakan proses pendidikan di masa pandemi dengan berbasis Pancasila.

Hal itu disampaikan Komedian Kiki Saputri saat menjadi pembicara Live Talk Show Dalam Rangka Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan (PDIP), Rabu (5/4/2021).

Menurut Kiki, lambang lima sila di Pancasila bisa menjadi inspirasi yang mengingatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang dipimpin Menteri Nadiem Makarim.

Dijelaskannya, sila pertama memakai lambang satu bintang. Yang maknanya bintang sebagai sumber cahaya menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia. 

"Saya berharap pendidikan Indonesia menjadi sumber cahaya bagi kemajuan generasi bangsa Indonesia," kata Kiki Saputri.

Sila kedua dengan lambang rantai emas, dengan substansi kemanusiaan yang adil dan beradab. 

"Saya berharap besar pendidikan Indonesia bisa membangkitkan rasa kemanusiaan kepada pelajar mahasiswa. Jadi kita ini bisa jadi generasi yang beradab," kata Kiki.

Sila ketiga dengan lambang pohon beringin bersubstansi Persatuan Indonesia. Kiki mengatakan pendidikan Indonesia bisa menjadi sebagai dasar menjalin persaudaraan. 

"Jadi jangan ada lagi tuh rasisme dan diskriminasi di sekolah," tukas Kiki. 

Sila keempat berlambang kepala banteng berisi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat permusyawaratan perwakilan. Bahwa penting pendidikan mengajarkan bermusyawarah, bermufakat.

"Jangan gontok-gontokan, jangan tawuran," tegasnya.

Sila kelima soal keadilan sosial, berlambang padi dan kapas.

"Saya berharap betul sebagai mantan guru dan akan menjadi ibu dan mungkin punya anak, saya berharap pendidikan Indonesia mampu merata, adil makmur untuk seluruh rakyat Indonesia," kata Kiki.

Dia mengatakan, sebelum menjadi komedian, dirinya adalah seorang guru honorer yang bergaji Rp600 ribu perbulan di sebuah sekolah swasta di Jakarta. Dirinya sangat sedih karena bila dibagi 30 hari perbulan, hanya dibayar Rp20 ribu perhari.

"Sebulan digaji cuma Rp 600 ribu, jadi guru honorer di Jakarta, ga usah omongin yang di pelosok. Sehari 20 ribu. Ayam geprek saja 25 ribu. Sedih di Jakarta," kata Kiki.[]