Ekonomi

#MakinCakapDigital, Begini Atasi Phising: Tetap Tenang

Penipuan di dunia digital makin beragam metodenya. Salah satunya adalah phising dengan penipu berusaha mencuri data pribadi kita.


#MakinCakapDigital, Begini Atasi Phising: Tetap Tenang
Ilustrasi (Dok. Kaspersky)

AKURAT.CO Penipuan di dunia digital makin beragam metodenya. Salah satunya adalah phising yang bisa membuat pusing karena penipu berusaha mencuri data pribadi kita, seperti card verification code (CVV), one time password (OTP), dan personal indentification number (PIN).

Pelaku phising mengincar data-data tersebut untuk mengambil keuntungan. Pelaku umumnya mengirimkan pesan berupa link dengan iming-iming hadiah. Tautan tersebut menuju ke website yang mengarahkan kita untuk mengisi data pribadi.

Dosen STIE Mandala, PB PMII, Zainul Hasan mengatakan, masyarakat tidak perlu panik ketika terlanjur menekan link phising. "Yang perlu dilakukan pertama kali adalah kita harus cepat sadar kalau sudah mengisi link phising," ujarnya saat Webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk Kelompok Masyarakat Wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (22/6), dikutip dari siaran pers di Jakarta (24/6).

baca juga:

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengganti semua password, mulai dari media sosial dan mobile banking. Upaya pemblokiran juga bisa dilakukan jika mendesak.

Menurut Zainul, masyarakat sekarang ini kerap tertipu link phising. Kurangnya pemahaman dinilai menjadi penyebab utama.

Penyebaran link phising melalui aplikasi Whats App misalnya. Zainul menjelaskan, masyarakat kurang menyadari fungsi tanda hijau pada akun bisnis. "Itu artinya akun tersebut sudah terverifikasi langsung oleh WA," ujarnya.

Masyarakat juga lebih teliti terhadap website yang dituju dari link phising. Dia mencontohkan, domain .go.id yang merupakan miliki Pemerintah Indonesia.

Selain penggunaan link phising, penipuan digital juga sering terjadi melalui peretasan media sosial. Pelaku memanfaatkan daftar kontak pemilik untuk kepentingannya.

Anggota RTIK Kota Surabaya, William S Mendrofa, menyebutkan, permasalahan tersebut bisa diminimalisasi dengan kesadaran pengguna media sosial untuk tidak mengunggah data pribadi. Langkah ini untuk menghindari kebocoran data pribadi.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi