News

Makin Memanas, Kapal Perang China dan Taiwan Saling Berhadapan di Perbatasan Laut Lepas

Kementerian Pertahanan Taiwan telah mendeteksi 14 kapal perang China dan 66 pesawat China di dalam dan sekitar Selat Taiwan.


Makin Memanas, Kapal Perang China dan Taiwan Saling Berhadapan di Perbatasan Laut Lepas
Kapal angkatan laut Taiwan terlihat di pelabuhan Keelung, Taiwan, pada Sabtu (6/8). (REUTERS)

AKURAT.CO Kapal perang China dan Taiwan berhadap-hadapan di laut lepas pada hari Minggu (7/8) menjelang berakhirnya latihan militer China. Latihan militer 4 hari yang belum pernah terjadi sebelumnya itu digelar sebagai reaksi atas kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan.

Dilansir dari Reuters, kunjungan Pelosi pekan lalu membuat China marah karena menganggap pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu sebagai wilayahnya. Negeri Tirai Bambu lantas menanggapinya dengan meluncurkan uji coba rudal balistik di atas ibu kota Taiwan untuk pertama kalinya dan memutuskan sejumlah dialog dengan AS.

Sekitar 10 kapal perang masing-masing dari China dan Taiwan berlayar dalam jarak dekat di Selat Taiwan. Beberapa kapal China pun melintasi garis tengah, penyangga tak resmi yang memisahkan keduanya, menurut seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut.

baca juga:

Menurut Menteri Pertahanan Taiwan, beberapa kapal militer, pesawat terbang, dan pesawat tak berawak China sedang menyimulasikan serangan di pulau tersebut dan terhadap angkatan lautnya. Taiwan lantas mengirim pesawat dan kapal untuk bereaksi 'dengan tepat'.

Berdasarkan pernyataan pada Minggu (7/8), Kementerian Pertahanan Taiwan telah mendeteksi 14 kapal perang China dan 66 pesawat China di dalam dan sekitar Selat Taiwan.

Makin Memanas, Kapal Perang China dan Taiwan Saling Berhadapan di Perbatasan Laut Lepas - Foto 1
REUTERS

China sebelumnya mengumumkan akan mengakhiri latihan militernya pada Minggu (7/8). Namun, belum jelas apakah negara itu benar-benar mengakhirinya sesuai jadwal. Menurut seorang komentator acara larut malam di televisi pemerintah China, militer mereka kini akan melakukan latihan 'biasa' di jalur Taiwan dan mengatakan 'tugas bersejarah untuk penyatuan kembali' China dapat direalisasikan.

Ketika pasukan China 'melanggar' garis, seperti yang terjadi pada Sabtu (6/8), pihak Taiwan tetap memantau dari dekat. Jika memungkinkan, mereka akan berusaha menghalau kemampuan China untuk menyeberang.

"Kedua pihak menunjukkan pengekangan," ungkap seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Ia menggambarkan manuver itu seperti 'kucing-kucingan' di laut lepas.

Taiwan pun mengaku menyiagakan rudal anti-kapal berbasis pantai dan rudal daratan ke udara.

Makin Memanas, Kapal Perang China dan Taiwan Saling Berhadapan di Perbatasan Laut Lepas - Foto 2
REUTERS

Menurut Kementerian Pertahanan Taiwan, jet tempur F-16 terbang dengan rudal antipesawat yang canggih. Mereka juga merilis foto-foto senjata antikapal Harpoon yang dimuat di kapal lain.

Berpidato saat mengunjungi Bangladesh, Menteri Luar Negeri China Wang Yi membela tindakan negaranya sah, masuk akal, dan sesuai hukum. Ia menegaskan tujuannya untuk melindungi 'kedaulatan suci' China.

"Harus diingat bahwa Taiwan bukan bagian dari AS. Itu wilayah China," tandasnya.

Latihan militer China sendiri dipusatkan di 6 lokasi di sekitar Taiwan. Meski belum ada pengumuman dari China apakah latihan itu resmi berakhir pada Minggu (7/8), Kementerian Transportasi Taiwan secara bertahap mencabut pembatasan penerbangan melalui wilayah udaranya.

Otoritas tersebut mengatakan pemberitahuan untuk latihan itu tak lagi berlaku. Namun, Taiwan akan terus mengarahkan penerbangan dan kapal dari salah satu zona latihan di lepas pantai timurnya hingga Senin (8/8) pagi.[]