Entertainment

Makin Bertambah, Penyanyi Virzha Akan Diperiksa Terkait Kasus DNA Pro

Korban mengaku ada kerugian mencapai Rp17 miliar

Makin Bertambah, Penyanyi Virzha Akan Diperiksa Terkait Kasus DNA Pro
Virzha saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (5/10). (AKURAT.CO/Herwanto)

AKURAT.CO, Kasus dugaan investasi bodong trading DNA Pro Akademi sudah menyeret sejumlah nama artis Tanah Air.

Kekinian, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri akan kembali memanggil seorang publik figur untuk dimintai keterangannya terkait kasus tersebut. 

Artis yang dimaksud adalah penyanyi Muhammad Devirzha atau yang dikenal dengan nama panggung Virzha.

baca juga:

Pemanggilan Virzha itu telah dikonfirmasi oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir Tipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan.

"Iya betul (Virzha)," kata Whisnu saat dikonfirmasi awak media. 

Whisnu mengatakan, penyidik mengagendakan pemanggilan terhadap penyanyi jebolan Indonesian Idol itu pada 22 April 2022 mendatang.

Sama seperti artis-artis sebelumnya, Virzha juga bakal diperiksa sebagai saksi. 

"Tanggal 22 April (Virzha diperiska)," jelasnya

Sebagaimana diketahui, Ivan Gunawan dan DJ Una sudah diperiksa terkait kasus penipuan robot trading DNA Pro Akademi.

Ivan Gunawan sendiri menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 3 jam terkait dugaan keterlibatannya dalam praktek trading DNA Pro Akademi tersebut. 

Kepada penyidik, Ivan Gunawan mengaku telah bekerjasama dengan pihak DNA Pro Akademi selama 3 bulan terakhir.

Dalam kerjasama itu, IVan Gunawan berperan sebagai brand ambassador dan mempromosikan aplikasi trading tersebut di sosial media pribadinya. 

Sebagai informasi, Kasus dugaan penipuan investasi yang melibatkan sejumlah publik figur tersebut telah bergulir di meja hukum sejak 122 korban melaporkan ke Bareskrim Polri pada Senin (28/3) lalu.

Pada saat itu, korban mengaku ada kerugian mencapai Rp17 Miliar yang mereka alami. 

Dalam menangani kasus penipuan investasi robot trading itu, Dittipideksus Bareskrim Polri membuka desk pelaporan di nomor 081213226296.

Hingga Jumat kemarin, tercatat lebih dari 760 pesan yang masuk ke desk pelaporan dari sedikitnya 180 pelapor.

DNA Pro adalah salah satu aplikasi robot trading yang diblokir Pemerintah. Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Bareskrim Polri telah menyegel PT DNA Pro Akademi pada Jumat (28/1/2022) lalu.

Bareskrim Polri pun sudah menangkap dua tersangka trading DNA Pro, yaitu Founder Tim Octopus, Jerry Gunandar dan Co-Founder Tim Octopus, Stefanus Richard.

Kini kasus tersebut masih dalam proses pengembangan pihak kepolisian.[]