News

Makin Beringas, Korut Luncurkan Lebih Banyak Misil ke Arah Jepang

Makin Beringas, Korut Luncurkan Lebih Banyak Misil ke Arah Jepang
Korea Utara kemungkinan mencari perhatian Barat dengan peluncuran rudal yang dilakukan berulang kali dalam beberapa pekan terakhir (Kim Hong-Ji/Reuters)

AKURAT.CO  Korea Utara (Korut) makin 'beringas', meluncurkan lebih banyak misil meski rudalnya telah membuat huru-hara di Jepang. 

Sebagaimana diwartakan DW hingga Al Jazeera, negara itu telah menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke timur, atau mengarah ke Jepang. Penembakan terbaru ini menjadi peluncuran senjata kedua Korut, yang dilakukan hanya dalam waktu tiga hari. 

Peluncuran itu juga terjadi usai Amerika Serikat (AS) memindahkan kapal induk ke kawasan semenanjung, dan melakukan latihan militer bersama dengan Korea Selatan (Korsel).

baca juga:

Penembakan tersebut, yang berlangsung pada Kamis (6/10) dikonfirmasi oleh Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel dan pemerintah Jepang. Mereka telah mengikuti dugaan uji coba rudal balistik jarak menengah (IRBM) yang diluncurkan Pyongyang pada Selasa di atas Jepang. Peluncuran itu menjadi yang pertama sejak tahun 2017, dengan tiga rudal yang ditembakkan jatuh  ke laut.

"Ini adalah keenam kalinya peluncuran terjadi dalam waktu singkat, yang terhitung sejak akhir September," kata Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan kepada wartawan. 

"Ini benar-benar tidak bisa ditoleransi," tegasnya.

Rudal-rudal terbaru Korut diluncurkan dengan jarak terpisah, masing-masing selama 22 menit. Misil itu ditembakkan dari sekitar Pyongyang, menurut Kepala Staf Gabungan Korsel dalam sebuah pernyataan. Rudal pertama terbang 350 kilometer (215 mil), sedangkan yang kedua menempuh jarak 900 kilometer (500 mil).

Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada menambahkan bahwa rudal kedua terbang pada ketinggian yang relatif rendah, yaitu 60 kilometer. Rudal ini kemungkinan meluncur pada trajectory atau lintasan yang 'tidak teratur'.

Deskripsi tersebut sebelumnya digunakan untuk menggambarkan senjata Korut yang dimodelkan serupa dengan rudal Iskander Rusia. Rudal itu bergerak di ketinggian rendah, tapi dirancang untuk dapat bermanuver dalam penerbangan untuk menghindari pertahanan rudal dengan lebih baik.

Militer Korsel ikut mengecam keras peluncuran tersebut, mengatakan bahwa itu adalah 'pelanggaran yang jelas' terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB. Dewan Keamanan Nasional negara itu juga mengutuk peluncuran, menyebutnya sebagai 'tantangan yang tidak dapat diterima' bagi komunitas internasional. Bersamaan dengan itu, mereka memperingatkan 'tanggapan yang lebih kuat' dari dunia.

-Tuduhan untuk China-Rusia-

Makin Beringas, Korut Luncurkan Lebih Banyak Misil ke Arah Jepang - Foto 2
 Kapal induk USS Ronald Reagan tiba-tiba dipindahkan ke perairan timur Korea setelah menggelar latihan bersama dengan Korea Selatan-Kementerian Pertahanan Korea Selatan via AP Photo

Peluncuran Kamis berlangsung hanya beberapa jam usai AS tiba-tiba memposisikan ulang kapal induknya USS Ronald Reagan ke perairan semenanjung Korea. Aksi 'memparkir' kapal induk ini pun terjadi menyusul latihan rudal bersama yang langka dengan Korsel. 

Seoul telah menggambarkan latihan itu sebagai upaya untuk menunjukkan 'kemauan tegas' sekutu dalam melawan provokasi lanjutan Pyongyang setelah peluncuran rudal balistik jarak menengahnya (IRBM).

Para ahli telah menjelaskan bahwa senjata itu mungkin adalah rudal Hwasong-12, yang mampu mencapai wilayah AS Guam di Pasifik, dan dapat membawa hulu ledak nuklir.

Dilaporkan bahwa Dewan Keamanan PBB bertemu untuk membahas peluncuran IRBM pada Rabu, beberapa jam sebelum penembakan rudal terbaru. Dalam pertemuan itu, AS telah menuduh China dan Rusia memmberi jalan bagi Kim Jong-un lantaran keduanya menghalangi upaya untuk memperkuat sanksi terhadap Pyongyang atas senjata nuklir dan program rudal balistiknya. 

Korut biasanya tidak mengirim perwakilan ke dewan ketika negara itu sedang dibahas. Namun, kementerian luar negerinya telah mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa itu adalah 'tindakan balasan yang adil dari Tentara Rakyat Korea pada latihan bersama Korea Selatan-AS'.

Kementerian itu jga mengutuk Washington karena memposisikan ulang kapal induk dan menuduh AS dan Korsel meningkatkan ketegangan militer di semenanjung Korea' dengan latihan mereka baru-baru ini. []