News

Makin Beringas, Junta Myanmar Tangkap hingga Tembak Petugas Medis yang Menolong Demonstran

Junta militer telah menargetkan para petugas medis yang terlibat dalam gerakan anti-kudeta


Makin Beringas, Junta Myanmar Tangkap hingga Tembak Petugas Medis yang Menolong Demonstran
Dalam foto ini, para dokter dan petugas kesehatan di Yangon ikut serta dalam demonstrasi anti-kudeta pada bulan Februari (AFP)

AKURAT.CO, Junta militer telah menargetkan para petugas medis yang terlibat dalam gerakan anti-kudeta. Upaya untuk menekan para petugas medis ini bahkan termasuk menangkapi hingga menembaki para dokter yang menolong para demonstran.

Hal tersebut diungkap langsung oleh seorang dokter Myanmar selama wawancara 'As It Happens' yang disiarkan oleh CBC Radio One.

Kepada CBC, dokter itu mengonfirmasi bagaimana dia dan rekan-rekannya kini jadi sasaran militer seiring dengan makin meningkatnya kekerasan karena kudeta.

"Ketika saya melihat nama-nama teman saya di daftar surat perintah, saya benar-benar takut, karena mereka benar-benar dalam bahaya," ucap dokter yang mengaku berasal dari Mandalay dan dulunya sempat bekerja di sebuah rumah sakit milik pemerintah.

Pada 1 Februari, jenderal militer menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi. Berminggu-minggu setelahnya, protes yang diikuti dengan tindakan keras aparat meletus di seluruh negeri.

Hingga Minggu (11/4), 706 pengunjuk rasa dan warga sipil lain telah tewas, kata Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), yang melacak korban dan penangkapan.

Namun, dokter bukan satu-satunya yang masuk dalam daftar penangkapan. Jurnalis, aktivis, artis, dan pengunjuk rasa biasa juga dimasukkan dalam daftar yang dikeluarkan oleh junta yang berkuasa. Hal ini juga dikonfirmasi oleh sumber dokter CBC yang menyatakan bahwa ada surat penangkapan dikeluarkan setiap hari oleh junta.

Dokter yang dirahasiakan namanya ini, bahkan menggambarkan bagaimana surat itu tersebar di seluruh Myanmar dan memiliki jumlah target yang beragam. Target itu mulai dari hanya segelintir hingga ratusan daftar nama. Kemudian, di antara daftar itu, tentu saja ada nama-nama dokter, kolega, hingga teman medis mereka.

Sumber dokter ini juga yakin rekan-rekannya menjadi sasaran karena peran mereka dalam gerakan protes. Terlebih di Mandalay sendiri, tercatat saban hari, para pekerja medis ikut berunjuk rasa sejak kudeta meletus dua bulan lalu.

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu