News

Makin Aneh, Kini Terungkap Ada Kasus Fetish Kaus Kaki


Makin Aneh, Kini Terungkap Ada Kasus Fetish Kaus Kaki
Fetish Kaus Kaki (Twitter/Deals)

AKURAT.CO, Kata fetish kini makin populer di masyarakat berkat kasus seorang mahasiswa asal sebuah perguruan tinggi di Jawa Timur tentang kasus jarik yang ramai dibicarakan warganet. Kini, kasus serupa makin banyak terungkap di media sosial.

Fetish sendiri adalah sebuah kondisi saat seseorang akan merasakan kepuasan atau gairah seksual tersendiri dari objek yang bukan genital. Sesuatu yang aneh bagi kebanyakan orang namun ternyata kasusnya banyak.

Terakhir, di media sosial ramai diungkap adanya tindakan fetish terhadap kaki berkaus kaki seperti dalam unggahan sebuah utas di Twitter berikut ini.

baca juga:

Dalam penjelasannya, si pengunggah mengaku mendapat pesan WhatsApp (WA) dari temannya medio Juli 2020 silam yang membalas status WA si pengunggah tentang fotonya sehabis main basket. Ia meminta difotokan kakinya yang pakai kaus kaki tanpa bersepatu.

Beberapa hari kemudian, ia kembali menghubungi si pengunggah dengan dalih berbeda namun masih meminta foto kaki berkaus kaki si pengunggah utas tersebut. Hal tersebut ternyata membuat si pengunggah merasa risih.

"Dia sampe berulang kali ngechat minta aku buat foto pake kaos kaki. Jujur aku risih. Dan aku nanya itu buat apa dia jawab cuma buat KOLEKSI dan pengen liat kalo kaos kaki itu dipake dikaki," aku @deals dalam unggahan itu.

Meski sudah beberapa kali mendapat sikap tak bersahabat dari pengunggah utas, namun si fetish kaki berkaus kaki tersebut tetap melanjutkan aksinya. Akhirnya si pengunggah mengirim foto dirinya tapi masih bersepatu.

Belakangan diketahui, aksi fetish tersebut tak hanya sekali dua kali dilakukan si teman pengunggah. Banyak temannya yang juga pernah dihubungi oleh si fetish aneh tersebut. Tak hanya itu, adik si pengunggah pun pernah dihubungi via direct message (DM).

"Dari situ aku memberanikan diri buat speak up tentang pengalamanku yang bikin aku nggak nyaman. Adakah temen temen yang pernah diginiin juga? Dengan orang yang sama tapi nggak berani buat speak up?"