News

MAKI Sebut KPK Jadi Lembaga yang Tepat Usut Dugaan Suap Ferdy Sambo

MAKI Sebut KPK Jadi Lembaga yang Tepat Usut Dugaan Suap Ferdy Sambo
Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi penegak hukum yang paling tepat untuk mengusut dugaan suap mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ke staf Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Momentum ini KPK sangat pas kalau turun, karena untuk ikut bersih-bersih penegak hukum dengan pintu masuk dugaan percobaan suap ini," kata Boyamin dalam keterangan yang diterima, Rabu (17/8/2022).

Boyamin menuturkan, lembaga antirasuah dapat turut andil memberishkan Polri jika mengusur dugaan suap tersebut. KPK juga dinilai memiliki wewenang untuk mengusut adanya dugaan tersebut.

baca juga:

"KPK berwenang menangani perkara korupsi apapun, bahkan ada undang-undang penekanannya terutama oleh penegak hukum selain eselon satu di Undang-Undang KPK maupun turunannya, itu jelas mengatakan dugaan korupsi yang dilakukan penyelenggara negara dan penegak hukum," ujar Boyamin.

Sebelumnya, Tim Advokat Penegak Hukum dan Keadilan (Tampak) menyambangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melaporkan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Pelaporan dari perkumpulan pengacara itu terkait pemberian amplop yang diduga berisi uang dari Sambo untuk staf Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) beberapa waktu lalu.

"Kami meminta KPK mengusut dugaan suap kepada staf LPSK," kata koordinator Tampak Roberth Keytimu di Gedung Merah Putih KPK, Senin (15/8/2022).

Dalam laporannya, Robert menyampaikan pihaknya membawa bukti berupa pemberitaan dari media daring. Bukti itu diyakini kuat untuk menjelaskan adanya dugaan suap yang dilakukan Sambo kepada LPSK.

"(Meminta KPK) melakukan penyelidikan dan penyidikan atas terjadinya dugaan suap kepada staf LPSK," ujar Roberth.

Kelompok pengacara itu juga meminta KPK mengusut semua dugaan suap dalam pengusutan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Termasuk adanya kabar mengenai Sambo yang menyiapkan miliaran rupiah untuk Bhayangkara Dua (Bharada) Richard Eliezer Pudihang.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi menyebut satu anggotanya sempat diberikan dua amplop coklat usai bertemu Mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo pada Rabu, 13 Juli lalu.

Saat itu dua petugas LPSK bertemu dengan Sambo di Kantor Kadiv Propam. Menurutnya, pertemuan itu terkait dengan permohonan perlindungan bagi istri Ferdy Sambo.

Namun, dugaan ini sudah dibantah pengacara Irjen Pol Ferdy Sambo, Irwan Irawan. Menurutnya, tak ada upaya pemberian apapun ke pihak tertentu termasuk LPSK.

Irwan meminta kepada pihak yang menudingnya, untuk membuktikan apabila ada pemberian amplop coklat tersebut. Selain itu mereka juga harus mengungkap isi dari amplop itu kepada publik.[]