News

MAKI: Novel Baswedan Cs Bisa  Perkuat Polri Berantas Korupsi

MAKI menilai langkah Kapolri merekrut mantan penyelidik dan penyidik KPK sebagai bentuk penhargaan kepada mereka.


MAKI: Novel Baswedan Cs Bisa  Perkuat Polri Berantas Korupsi
Penyidik KPK Novel Baswedan (kedua kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat dikunjungi Wadah Pegawai KPK di kediamannya, di Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (17/6). Wadah Pegawai KPK mendesak Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

AKURAT.CO, Rencana Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menarik Novel Baswedan Cs menjadi Aparatul Sipil Negara Polri mendapat dukungan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI).

MAKI menilai langkah Kapolri merekrut mantan penyelidik dan penyidik KPK sebagai bentuk penhargaan kepada mereka.

"Saya kira ini bentuk penghargaan Kapolri karena sebenarnya mereka telah bersedia jadi aparatur sipil negara itu, bentuk pengorbanan. Jadi, dulu pegawai KPK yang independen, tetapi ini bentuk pengorbanan, saya kira Kapolri melihatnya dari sisi itu," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, Selasa (28/9/2021).

Tak hanya itu, Listyo menarik Novel Cs karena ingin Polri makin kuat dalam memberantas korupsi. Sebab para pegawai itu bisa tetap memberantas rasuah di Indonesia di bawah naungan Korps Bhayangkara.

Meski begitu, MAKI tidak bisa memaksakan pegawai KPK untuk menerima tawaran Listyo. Penerimaan maupun penolakan tawaran itu hak para pegawai.

"Kalau saran saya, ya, diterima, karena ini bentuk penghargaan dan justru bisa membedol deso kepada Dit Tipikor dan itu akan memperkuat Mabes Polri dalam melakukan pemberantasan korupsi," tutur Boyamin.

Diberitakan, pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) bakal menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri. Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan telah mengirim surat ke Presiden Joko Widodo berisi permohonan menarik 56 pegawai KPK menjadi ASN di Korps Bhayangkara. Surat dikirim Jumat pekan lalu.

"Saya telah berkirim surat ke bapak presiden, memohon terhadap 56 orang yang melaksanakan tes TWK untuk bisa kami tarik. Kami rekrut menjadi ASN Polri," ujar Listyo Sigit melalui konferensi pers daring, Selasa (28/9/2021).

Sigit mengatakan permintaan dia sampaikan guna memenuhi kebutuhan di Polri. Polri, menurutnya, melihat rekam jejak dan pengalaman pegawai KPK tersebut yang memiliki kemampuan di bidang pemberantasan korupsi sehingga bisa memperkuat Polri khususnya Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim).

Kami mendapat surat jawaban melalui Menteri Sekretaris Negara yang pada prinsipnya beliau setuju 56 pegawai bisa menjadi ASN Polri," ucap Sigit.

Polri, kata Kapolri, menindaklanjuti arahan Mensesneg untuk berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) terkait rencana merekrut mantan pegawai KPK tersebut. []