News

MAKI Desak KPK Segera Umumkan Tersangka Kasus Korupsi LNG Pertamina

KPK diminta agar segera mengumumkan pihak tersangka terkait kasus dugaan korupsi pembelian Liquefied Natural Gas (LNG) pada PT Pertamina (Persero).


MAKI Desak KPK Segera Umumkan Tersangka Kasus Korupsi LNG Pertamina
Ilustrasi - Korupsi (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO Koordinator Masyarakat Antikorupsi (MAKI) Boyamin Saiman meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera mengumumkan pihak tersangka terkait kasus dugaan korupsi pembelian Liquefied Natural Gas (LNG) pada PT Pertamina (Persero).

"Saya berharap KPK segera menetapkan tersangka, melakukan upaya paksa dan sebagainya dan segera dibawa ke pengadilan dugaan perkara korupsi dalam pembelian LNG," ucap Boyamin saat dihubungi AKURAT.CO, Selasa (28/6/2022).

Boyamin mengatakan, kasus tersebut pernah ia ungkapkan pada akhir 2021 kepada awak media. Namun, perpindahan penanganan yang semula ditangani oleh Kejaksaan Agung dan akhirnya diserahkan kepada KPK inilah yang menjadi faktor lambannya pengumuman tersangka.

baca juga:

"Ini kemudian yang sudah ditangani oleh Kejagung sudah selesai tinggal penyidikan tapi tiba-tiba diminta, tapi mintanya pun gak melalui aturan hukum, kan sebenarnya KPK berhak mengambil alih," jelasnya.

"Tapi juga tidak diambil alih hanya mengatakan ini sudah disidik oleh KPK, tidak ada ilustrasi apa apa sehingga ya kemudian Kejagung setahu saya tidak menyerahkan berkas berkas karena masih penyelidikan," tambahnya.

Boyamin juga mengatakan karena di dalam penanganan Kejagung masih dalam tahap penyelidikan. Kejagung tidak dapat memberikan informasi lebih karena dapat dianggap dapat membuka rahasia negara.

Padahal, menurutnya, pada perkara tersebut, adanya dugaan merugikan negara sudah terlihat jelas.

"Nah karena penyelidikan itu kan bisa dianggap bisa membuka rahasia negara maka agak kacau koordinasinya itu, sehingga jadinya KPK agak lamban, padahal perkara ini sudah matang di Kejagung," ujarnya.

Meski begitu, ia tetap percaya bahwa KPK dapat menuntaskan kasus tersebut dan mengungkap adanya indikasi korupsi dalam pengadaan pembelian LNG pada Pertamina tersebut.