News

Makam Jaksa Agung Pertama Dipindah dari Tebet ke Pusara Adhyaksa

Pemindahan makam jangan diartikan sebagai kegiatan simbolis semata


Makam Jaksa Agung Pertama Dipindah dari Tebet ke Pusara Adhyaksa
Upacara pemindahan makam Jaksa Agung Pertama R.Gatot Taroenamihardja (Foto: Istimewa)

AKURAT.CO - Makam jenazah Jaksa Agung pertama, R.Gatot Taroenamihardja dipindahkan dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo Tebet, Jakarta ke Taman Makam Pusara Adhyaksa, Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/11/2021).

Upacara pemindahan makam yang dihadiri ahli waris, jajaran Adhyaksa serta Pengurus Pusat Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada Raden Gatot Taroenamihardji. 

"Saya berharap, melalui kegiatan ini jangan hanya diartikan sebagai sebuah kegiatan simbolis semata. Tapi kita harus mampu menangkap makna bahwa kita para Adhyaksa penerus menempatkan sosok Jaksa Agung Mr R Gatot Taroenamihardja sebagai sosok panutan dan menjadi idola setiap Jaksa," ucap Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi yang menjadi inspektur upacara pemindahan makam.

"Selain itu, kegiatan ini terkandung maksud bahwa para Adhyaksa muda tidak akan pernah melupakan senior bahwa di setiap insan Adhyaksa juga memiliki keterikatan batin satu sama lain," tambahnya.

Gatot Taroenamihardja merupakan Jaksa Agung pertama yang mengemban tugas sebagai Jaksa Agung sebanyak 2 kali yaitu pada 1 Oktober 1945 sampai dengan 24 Oktober 1945, dan pada 1 April 1959 sampai dengan 22 September 1959. 

Gatot Taroenamihardja lahir di Sukabumi pada 24 November 1901. Sebelum menjadi Jaksa Agung dia pernah menjabat sebagai Hakim Ketua di Purwokerto, Penasihat Hukum, Pejabat Tinggi Kementerian Kehakiman dan Pejabat Departemen Kehakiman.

Semasa hidupnya, Gatot Taroenamihardja telah mengemban amanah dan mendedikasikan segenap kemampuan terbaiknya untuk membuat fondasi institusi Kejaksaan dalam menyelenggaranya penegakan hukum yang baik. 

"Sebuah kontribusi positif yang manfaat besarnya kita rasakan nyata sekarang ini," ucap Setia Untung. 

Meskipun masa tugas sebagai Jaksa Agung relatif singkat, namun Gatot Taroenamihardja bertekad membersihkan Negara dari korupsi.

Semasa hidup dia dikenal sebagai figur yang berani, tegas, berwibawa, dan gigih dalam mempertahankan serta menjunjung tinggi hukum di Indonesia.

"Bahkan beliau tidak segan mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan integritas, dedikasi dan pendiriannya dalam menjunjung tinggi supremasi hukum terlihat dalam penanganan perkara," imbuhnya.

Oleh karenanya Setia Untung yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat PJI berharap segenap insan Adhyaksa paham betul apa yang menjadi risiko dan konsekuensi dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewenangan, semenjak berikrar untuk menjadi seorang Adhyaksa. 

"Untuk itu, jangan takut dan janganlah ragu dalam menjalankan tugas kita dalam proses penegakan hukum. Marilah kita tauladani apa yang dicontohkan oleh Jaksa Agung Mr R Gatot Taroenamihardja dalam pelaksanaan tugas sehari-hari," tutur Untung. 

Di akhir sambutan, Setia Untung Arimuladi menyampaikan, dengan memindahkan makam Jaksa Agung Mr R Gatot Taroenamihardja ke Taman Makam Pusara Adhyaksa, memang tidak akan pernah sebanding dengan kontribusinya bagi Kejaksaan. 

"Untuk itu, semoga dengan ditempatkannya jenasah Jaksa Agung Mr R Gatot Taroenamihardja di Taman Makam Pusara Adhyaksa ini, dapat terus mengenang dan mewujudkan harapan beliau dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang kita dalam proses penegakan hukum," ujarnya. 

Untung menekankan, meskipun Gatot Taroenamihardja sudah tidak dapat ditemui secara langsung, namun spiritnya akan terus menjadi keteladanan bagi Korps Adhyaksa. 

"Semangat, dedikasi dan keteladanan dari Jaksa Agung Mr R Gatot Taroenamihardja akan terus dapat kita rasakan hingga hari ini, dan akan terus melekat di hati sanubari setiap insan Adhyaksa," tukas Setia Untung Arimuladi. 

Pemindahan makam Jaksa Agung pertama Mr R Gatot Taroenamihardja dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo Tebet, Jakarta Selatan menuju Pusara Adhyaksa Cibinong, Kabupaten Bogor berawal dari bulan Januari 2019. 

Setia Untung Arimuladi selaku ketua PJI mendapatkan laporan dari anggota PJI, bahwa ada makam mantan Jaksa Agung di TPU Menteng Pulo, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan dalam keadaan tidak terawat. 

Kemudian, Setia Untung memerintahkan anggota PJI berkoordinasi dengan pihak TPU Menteng Pulo untuk mengecek kebenaran informasi tersebut, serta menelusuri keberadaan ahli waris mendiang. 

Dari hasil koordinasi diketahui bahwa makam yang tidak terawat dimaksud adalah makam Mr R Gatot Taroenamihardja, mantan Jaksa Agung RI Pertama dan Ke-5. 

Berdasarkan data yang tercatat, dari tahun 2005 sampai sekarang makam tersebut tidak dibayarkan biaya sewa atau retribusi, sehingga makam tidak terawat dan tidak dapat dikenali karena dipenuhi tumbuhan liar. 

Dengan tujuan agar makam mendiang bisa lebih terawat, PJI menginisiasi pemindahan makam ke Taman Makam Pusara Adhyaksa milik Kejagung yang berada di Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor.[]