News

Mak Jleb! Ferdinand Bilang Anies Memalukan, Ini Penyebabnya

Ferdinand menyebut Anies Baswedan memalukan karena dianggap belum bisa menjadi teladan bagi masyarakatnya.


Mak Jleb! Ferdinand Bilang Anies Memalukan, Ini Penyebabnya
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean (Instagram/ferdinand_hutahaean)

AKURAT.CO, Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku sudah tidak mengerti dengan jalan pikiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Bahkan dia menyebut Anies Baswedan memalukan.

Bukan tanpa dasar Ferdinand bisa berkata seperti itu. Penyebabnya adalah perilaku Anies Baswedan yang bikin bingung masyarakat. Di mana sebelumnya Anies meminta warganya untuk berdiam diri di rumah di akhir pekan lantaran virus corona atau COVID-19 masih menjadi ancaman serius. Namun, pada hari ini Anies memposting foto di sosial medianya yang memperlihatkan dirinya bersepeda di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

"Saya tak paham tentang isi kepala @aniesbaswedan ini. Kemarin dia imbau orang agar di rumah saja, kecuali ada yang mendesak. Tapi hari ini dia keluyuran beserta keluarga di jalanan, meski dengan narasi prokes (protokol kesehatan)," kata Ferdinand sebagaimana dikuti AKURAT.CO dari akun Twitter @FerdinandHean3 pada Minggu (20/6/2021).

Ferdinand juga melampirkan bukti berupa kolase tangkapan layar pernyataan Anies. Pertama, pernyataan Anies yang mengimbau warga di rumah saja. Kedua, foto Anies sedang bersepeda di kawasan Sudirman.

Ferdinand kemudian meminta Anies memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

"Nies, jadi pemimpin itu harus bisa jadi teladan, berikan contoh bukan seperti ini. Memalukan!," tegasnya.

Anies sebelumnya berulang kali meminta warganya tak keluar rumah pada akhir pekan. Imbauan itu pertama kali diutarakan lewat media massa pada Jumat lalu. Pesan yang sama kembali disampaikan pada Sabtu (20/6/2021) kemarin.

 Berikut pesan Anies:

Teman-teman, mari kita di rumah saja hari Sabtu-Minggu ini.

Habiskan waktu bersama keluarga, tidak usah bepergian kecuali untuk kebutuhan yang mendesak dan pokok.

Kemarin angka kasus baru di Jakarta sudah 4700 lebih, rekor tertinggi selama pandemi. Kapasitas RS kita juga semakin terbatas. Jangan sampai tertular.

Kita masih pandemi, teman-teman mungkin mulai lelah/bosan dengan pembatasan, tapi virusnya tidak pernah lelah. Mari tetap sabar jalani masa pembatasan ini, sambil kita tuntaskan vaksinasinya.

Saat ini 3,24 juta warga Jakarta sudah mendapatkan vaksinasi, insyaAllah tiap hari lebih dari 100 ribu warga mendapatkan vaksin sehingga di akhir Agustus semua orang dewasa di DKI sudah tervaksinasi.

Sekali lagi, Mari tetap di rumah saja Sabtu-Minggu ini.

Semoga teman-teman tetap sehat dan terhindar dari potensi penularan COVID-19.

Salam hangat untuk keluarga di rumah.[]