News

Mahyu Darma: Podcast Bisa Menjadi Ujung Tombak Mensyiarkan Kinerja DPD RI

Mahyu Darma mengatakan podcast bisa menjadi salah satu media komunikasi dan ujung tombang mensyiarkan kinerja DPD yang lebih efektif


Mahyu Darma: Podcast Bisa Menjadi Ujung Tombak Mensyiarkan Kinerja DPD RI
Kepala Biro Protokol, Humas dan Media DPD RI Mahyu Darma (Risma/akurat.co)

AKURAT.CO, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) merupakan salah satu produk amandemen UUD 1945. Salah satu bagian yang diamandemen adalah mengenai susunan lembaga legislatif di Indonesia. MPR yang sebelumnya bersifat unikameral, berubah menjadi bikameral dengan keberadaan DPD.

Tidak seperti Fraksi Utusan Daerah (F-UD), DPD dipilih langsung oleh rakyat sehingga lebih demokratis mewakili aspirasi daerah. Selain itu, posisi ex officio di DPD pun dihapuskan, sehingga anggota DPD dipilih oleh rakyat secara keseluruhan. Yang terakhir, anggota DPD dinilai bersikap lebih independen mewakili aspirasi daerahnya, tidak seperti F-UD yang lebih cenderung berpihak ke suatu parpol. 

Sebagai lembaga tinggi negara, DPD RI menjalankan fungsi legislasi, pengawasan dan penganggaran. Anggota DPD merupakan perwakilan dari setiap provinsi yang dipilih melalui pemilu. 

Sebagai lembaga baru, keberadaan DPD RI harus terus didorong, agar bisa lebih banyak berkontribusi bagi bangsa. Saat ini, suara senator terkesan masih kalah dengan suara anggota DPR RI. Oleh karena itu perlu startegi komunikasi baru bagaimana peran, fungsi dan kinerja DPD makin kuat.

Kepala Biro Protokol, Hubungan Masyarakat dan Media Mahyu Darma kepada Rizal Maulana, Pemimpin Redaksi AKURAT.CO buka-bukaan soal bagaimana strategi komunikasi yang akan dijalankan ke depan, agar kiprah DPD RI diketahui lebih luas dan intens oleh publik. Berikut petikan wawancaranya:  

Bisa ceritakan bagaimana awal karir Anda di Bidang Kehumasan? 

Awalnya basic saya di Sekretariat Jenderal Departemen Dalam Negeri. Kemudian saya dipindah ke DPD RI menjadi Wakil Kepala Sekretariat Ketua DPD RI saat itu Pak Irman Gusman. Dari sana karir saya naik. Saya dipercaya memegang alat kelengkapan yang namanya BKSP. Tugasnya berkomunikasi dengan pihak eksternal yakni negara sahabat. 

Saat itu pangkat saya naik jadi eselon dua di inspektorat. Saya jadi inspektur selama satu tahun. Saya juga pernah di pemberitaan. Sudah ada strategi kami bagaimana DPD RI bersuara.

Tepatnya pada 26 Mei 2020 saya dipercaya memegang Kepala Biro Protokol, Humas dan Media. Ini pekerjaan yang sangat berat bagi kami. Karena tugas kami adalah bagaimana menjadikan DPD menjadi lebih baik. Berat, tapi karena ini amanah, saya akan laksanakan semua.