News

Mahfud Umbar Prestasi Satgas BLBI Sita dan Blokir Aset Debitur dan Obligor BLBI

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan hasil positif kinerja Satgas penagihan utang BLBI.


Mahfud Umbar Prestasi Satgas BLBI Sita dan Blokir Aset Debitur dan Obligor BLBI
Mahfud MD (Humas Kemenko Polhukam)

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan hasil positif kinerja Satgas penagihan hutang BLBI.

Dia mengatakan, Satgas yang dibentuk Presiden Jokowi itu telah melakukan penyitaan aset kredit dan aset properti milik obligor dan debitur dana BLBI. Mahfud mengatakan, hal itu merupakan perkembangan signifikan selama Satgas bekerja. 

"Sampai dengan saat ini, Tim Satgas BLBI terus bekerja untuk mengembalikan hak negara, di mana sejumlah aset kredit telah dikembalikan ke kas negara dan sejumlah aset properti juga telah dikuasai oleh negara,” ujar Menko Polhukam, Rabu (28/10/2021) kemarin.

Dalam konferensi pers, Mahfud didampingi oleh Rionald Silaban, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, selaku Ketua Pelaksana Satgas BLBI.

Dia mengungkapkan, dalam hal penguasaan aset kredit, Satgas BLBI telah berhasil melakukan penagihan sebesar Rp2.454.974.593,50 dan USD 7.637.638.92. Satgas BLBI juga melakukan pemblokiran tanah sejumlah 339 aset jaminan, serta pemblokiran saham pada 24 perusahaan. 

Sementara dalam hal aset properti, Satgas BLBI telah melakukan pemblokiran 59 sertifikat tanah di berbagai daerah, balik nama menjadi atas nama Pemerintah RI terhadap 335 sertifikat, perpanjangan hak pemerintah kepada 543 sertifikat yang tersebar di 19 Provinsi.

Pemerintah juga telah menerbitkan Penetapan Status Penggunaan (PSP) aset BLBI kepada 7 Kementerian dan Lembaga, yaitu BNN, BNPT, POLRI, Kementerian Agama, Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, dan BPS, yang nilai keseluruhannya mencapai Rp 791,17 miliar.  

"Satgas BLBI juga akan melakukan Hibah Aset Properti BLBI kepada Pemkot Bogor senilai Rp 345,73 miliar," ungkapnya. 

Selain itu, kata Mahfud, Satgas BLBI juga telah melakukan penguasaan fisik atas 97 bidang tanah seluas 5.320.148,97 meter persegi, yang tersebar di Jakarta, Medan, Pekanbaru, Tangerang, dan Bogor.

 “Pemerintah mengapresiasi para obligor dan debitur yang telah merespons dan datang memenuhi panggilan Satgas. Beberapa diantaranya menyatakan kesediaan untuk membayar, dan saat ini tengah menyiapkan proposal pembayaran yang akan disampaikan ke Satgas,” ujar Menko Polhukam Mahfud MD.

Sebelumnya, Mahfud juga mengancam akan bertindak tegas terhadap obligor dan debitur yang membangkang atas kewajibannya. Mahfud mengklaim, pemerintah punya bukti dan dokumen siapa-siapa yang menikmati dana bantuan BLBI pada krisis keuangan tahun 1998 silam. 

"Keputusannya, kita akan bertindak karena sejak dulu kalau kita tidak bertindak, selalu terjadi tawar menawar, waktu tawar menawar ini nggak jelas, kita akan bertindak sesuai hukum yang berlaku," ungkapnya.[]