News

Mahfud Sentil Tajudin Tabri Imbas Siksa Sopir Truk

Mahfud Sentil Tajudin Tabri Imbas Siksa Sopir Truk
Menkopolhukam Mahfud MD usai menghadiri acara peringatan sewindu UUK DIY di Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta, Senin (31/8/2020). (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD ikut mengomentari aksi tak terpuji anggota DPRD Kota Depok Tajudin Tabri yang menghukum seorang sopir truk dan melakukan kekerasan fisik. Mahfud kaget. Dia mengatakan, tidak dibenarkan menghukum orang secara fisik di tengah jalan umum. 

"Waduh, sepertinya tak boleh loh, pimpinan atau anggota DPRD menghukum orang secara fisik di tengah jalan. Bupati atau gubernur pun tak boleh," ujarnya dalam akun twiternya dikutip Minggu (25/9/2022). 

Mahfud meminta agar anggota DPRD Kota Depok itu lebih proporsional dalam menyelesaikan masalah. Sebagai publik figur, anggota DPRD itu harusnya lebih bisa mengendalikan diri dari tindakan kekerasan yang bermula dari emosi yang tak tertahan. 

baca juga:

"Sebaiknya proporsional, tak perlu emosional," ungkapnya. 

Sebelumnya, sebuah video memperlihatkan seorang pria berpakaian safari dan berjas corak hitam tengah berdiri tegak sambil mengawasi seorang pria lain yang sedang push up. Peristiwa itu terjadi di tengah jalan. Pria berpeci hitam itu terdengar membentak-bentak sambil bercakar pinggang. 

Tak puas dengan aksinya, ia lalu menendang kepala pria yang terlihat tak memberi perlawanan apapun itu. Lalu ia perintahkan untuk guling-guling di tengah jalan. Karena tak langsung menuruti permintaan pria berjas itu, ia lalu mendorong tubuh pria itu ke belakang hingga terjatuh. Pria lalu menggulingkan diri di atas aspal panas. 

"Guling terus. Terus. Guling," ujar pria itu sambil mengikuti aksi pria yang ditindasnya itu. 

Belakangan diketahui bahwa pria berjas dan berpakaian safari itu merupakan Wakil Ketua DPRD Kota Depok Fraksi Golkar Tajudin Tabri. Sementara pria yang dihukum push up itu merupakan seorang sopir truk yang menurut Tajudin telah melakukan kesalahan. []