News

Mahfud Sebut Motif Hacker Bjorka Bocorkan Data Seperti Gado-gado: Tidak Terlalu Membahayakan

Mahfud Sebut Motif Hacker Bjorka Bocorkan Data Seperti Gado-gado: Tidak Terlalu Membahayakan
Ilustrasi hacker (pixabay.com/ba)

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, belum ada motif pasti dari aksi dan serangan yang dilakukan hacker Bjorka terhadap sejumlah pihak maupun masyarakat Indonesia. Sehingga, ia menilai hal tersebut tidak terlalu membahayakan.

"Motifnya (Bjorka) kan ternyata juga gado-gado, ada yang motif politik, motif ekonomi, motif jual beli dan sebagainya. Sehingga juga ya motif-motif kayak gitu itu sebenarnya tidak ada yang terlalu membahayakan," kata Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2022).

Lebih lanjut, Mahfud menilai Bjorka tidak memiliki kemampuan membobol data. Dia menganggap Bjorka seolah ingin mengingatkan agar semua pihak berhati-hati soal keamanan data.

baca juga:

"Kalau dari hasil kesimpulan tadi, apa yang disebut Bjorka ini sebenarnya tidak punya keahlian atau kemampuan membobol yang sungguh-sungguh," ujarnya.

"Itu hanya ingin memberi tahu kita, menurut persepsi baik kita, ingin memberi tahu bahwa kita harus hati-hati, kita bisa dibobol dan sebagainya," lanjut dia.

Mahfud mengaku telah mengantongi identitas sosok hacker Bjorka. Kendati demikian, Mahfud mengaku belum bisa mengumumkannya ke publik.

"Kemudian, kita terus menyelidiki karena sampai saat ini memang gambaran-gambaran pelakunya sudah teridentifikasi dengan baik oleh tim dan polisi. Tetapi belum bisa diumumkan," ujar Mahfud.

"Gambaran-gambaran siapa dan di mananya itu kita sudah punya alat untuk melacak itu semua," sambungnya.

Namun demikian, Mahfud memastikan data dan informasi rahasia negara aman dan tidak bocor.

"Masyarakat harus tenang karena sebenarnya sampai detik ini, itu belum ada rahasia negara yang bocor," ujarnya.

Ulah peretas bernama Bjorka belakangan ini menjadi perbincangan publik. Menyikapi hal tersebut, pemerintah telah membentuk tim khusus untuk menjaga keamanan data. Timsus tersebut terdiri dari Kepala BIN Budi Gunawan, Menkominfo Johnny G Plate, BSSN, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Perlu ada emergency response team yang terkait untuk menjaga tata kelola yang baik di Indonesia untuk menjaga juga kepercayaan publik. Jadi akan ada emergency response team dari BSSN, Kominfo, Polri, dan BIN untuk melakukan asesmen-asesmen berikutnya,” tutur Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate usai rapat bersama sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Selain itu, Menkominfo juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membangun kekuatan nasional dengan bekerja sama dan menjaga kekompakan salah satunya dalam menghadapi bahaya di dalam ruang digital.

“Bahaya di dalam ruang digital itu adalah tentunya tindakan kriminal digital. Ini yang harus kita jaga bersama-sama, bangun kerja bersama. Berbeda pendapat, itu normal dalam demokrasi, dihormati dalam demokrasi. Tapi pada saat untuk kepentingan negara secara keseluruhan, marilah kita jaga kekompakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Johnny mengatakan bahwa pemerintah akan terus melakukan pembahasan mengenai Rancangan Undang-Undang Tentang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP). Johnny berharap dengan disahkannya RUU PDP dapat menjadi payung hukum baru untuk menjaga ruang digital di Indonesia.

“RUU PDP telah disetujui di rapat tingkat I oleh Panja Komisi I DPR RI dan pemerintah. Kami sekarang tentu menunggu jadwal untuk pembahasan dan persetujuan tingkat II yaitu rapat paripurna DPR. Mudah-mudahan nanti dengan disahkannya RUU PDP menjadi Undang-Undang PDP akan ada payung hukum baru yang lebih baik untuk menjaga ruang digital kita,” ucap Menkominfo. []