News

Mahfud Sebut Kejahatan Sudrajad Dimyati Modus Baru di Peradilan

Mahfud Sebut Kejahatan Sudrajad Dimyati Modus Baru di Peradilan
Menteri Polhukam Mahfud MD saat akan mengikuti rapat kerja dengan komisi III di Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (22/8/2022). Dalam rapat ini komisi III mememinta pihak terkait untuk memberikan penjelasan kepada LPSK, Kompolnas dan Komnas HAM mengenai kasus Irjen Ferdy Sambo menembak Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan, modus kejahatan yang dilakukan Hakim Agung, Sudrajad Dimyati merupakan modus baru kejahatan di lembaga peradilan.

Mahfud mengatakan inti kasus yang menjerat Sudrajad tersebut ialah pemailitan koperasi Intidana. Tindakan Sudrajad akan merugikan para nasabah Intidana.

"Itu merupakan modus baru dalam kejahatan yang terjadi kepada kita," kata Mahfud dalam diskusi reformasi hukum peradilan di Kemenko Polhukam, Selasa (4/10/2022).

baca juga:

Mahfud menjelaskan, sepuluh dari 3.800 anggota koperasi Intidana diduga bersekongkol. Mereka menggugat koperasi dengan tujuan agar koperasi dipailitkan karena adanya penyalahgunaan.

"Karena modusnya begini, koperasi Intidana itu punya aset sebagai tabungan para anggota jumlahnya Rp950 miliar lebih, dengan anggota sekitar 3.800 orang, 10 orang dari anggota yang 3.800-an ini berkonspirasi menggugat koperasi dengan tujuan penyalahgunaan dan minta dipailitkan," jelasnya.

Gugatan sepuluh orang tersebut, kata dia, gagal berkali-kali di pengadilan tingkat pertama. Namun, keputusan tingkat pertama itu tak membuat 10 orang penggugat itu menyerah begitu saja. Upaya mereka akhirnya berhasil setelah sampai di MA yang mengabulkan gugatan mereka dan menyatakan Koperasi Intidana pailit. 

Dia mengatakan, perkara itu janggal lantaran penggugat yang memiliki dana Rp50 miliar di koperasi Intidana mengalahkan penabung yang memiliki Rp950 miliar. Padahal, kata Mahfud, koperasi Intidana dalam keadaan sehat. "Tiba-tiba dinyatakan pailit oleh para operator hartanya disita karyawannya dipecati barang-barang itu diambil semua," imbuhnya.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Sudrajad Dimyati, hakim agung pada MA, sebagai tersangka dugaan suap pengurusan perkara di MA. Sudrajad Dimyati ditetapkan sebagai tersangka bersama sembilan orang lainnya.

"Berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang cukup, penyidik menetapkan 10 orang sebagai tersangka sebagai berikut: pertama, ST hakim agung pada MA RI; kedua ETP hakim yudisial/panitera pengganti pada MA," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (23/9/2022).[]