News

Mahfud Pimpin Tim Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Ini Daftar Anggotanya!

Mahfud Pimpin Tim Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Ini Daftar Anggotanya!
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM RI Mohammad Mahfud MD (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengumumkan nama-nama yang tergabung dalam tim investigasi tragedi Kanjuruhan. Tim yang Mahfud ketuai itu diisi oleh para profesional dan mantan birokrat.

Tim investigasi tragedi Kanjuruhan tersebut akan bekerja mengungkap fakta-fakta paling lama sebulan ke depan.

Berikut personalia Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) kasus Kanjuruhan:

baca juga:

Ketua: Menko Polhukam Mahfud MD

Wakil Ketua: Menpora Zainuddin Amali

Sekretaris: Mantan Jampidum, Mantan Deputi III Kemenko Polhukam, Nur Rochmad

Anggota:

1. Prof. Dr. Rhenald Kasali, Akademisi UI

2. Prof. Dr. Sumaryanto, Rektor UNY

3. Akmal Marhali, Pengamat Olahraga

4. Anton Sanjoyo, Jurnalis Olahraga Harian Kompas

5. Nugroho Setiawan, Mantan Pengurus PSSI dengan Lisensi FIFA

6. Letjen TNI Purnawirawan Doni Monardo, Mantan Kepala BNPB

7. Mayjen TNI Purnawirawan Dr. Suwarno, Wakil Ketum 1 KONI

8. Irjen Pol Purnawirawan Sri Handayani, Mantan Wakapolda Kalimantan Barat

9. Laode M. Syarif, Kemitraan, Mantan Pimpinan KPK

10. Kurniawan Dwi Yulianto, Mantan Pemain Timnas/APPI. 

"Yang penting tim ini akan bekerja paling lama satu bulan," katanya saat konferensi pers, di Jakarta, Senin (3/10/2022). 

Dia menjelaskan, hasil kerja TGIPF nantinya diserahkan kepada Presiden Joko Widodo untuk memutuskan kebijakan makro sepak bola tanah air. 

"Jadi, output (hasil kerja TGIPF) nya nanti ini disampaikan kepada presiden untuk penilaian kebijakan keolahragaan nasional khususnya sepakbola secara menyeluruh," katanya.

Dia menambahkan, tak menutup kemungkinan TGIPF akan menemukan pihak lain yang melakukan tindak pidana selain yang diselidiki Polri dan TNI. 

"TGIPF akan memukan pelaku tindak pidana selain yang telah ditangani oleh Polri secara pro justicia. Tadi ada keputusan Polri dalam waktu dekat supaya melakukan tindakan hukum atau memproses mereka yang secara brutal telah melakukan kesalahan. Polri juga telah diminta melakukan evaluasi terhadap semua jabatan di Provinsi Jawa Timur. Itu tadi keputusannya," ungkapnya. []