News

Mahfud Md Ungkap Ada Ribuan Konten Hoax Soal Covid-19 dan Vaksin

Hoaks tidak hanya merugikan pemerintah tetapi juga masyarat, sehingga peran media melawan hoaks sangat penting


Mahfud Md Ungkap Ada Ribuan Konten Hoax Soal Covid-19 dan Vaksin
Menko Polhukam Mahfud Md (instagram/mohmahfudmd)

AKURAT.CO, Menko Polhukam Mahfud Md menyatakan kemitraan pemerintah dengan media pada massa pandemi Covid-19 saat ini sangat penting. Terutama untuk mengimbangi hoaks atau berita palsu yang bertebaran di media sosial. 

"Data terbaru misalnya tanggal 23 Januari sampai 3 Agustus kemarin, jumlah hoaks tentang Covid-19 mencapai 1.827 hoaks. Ini kalau diblast begitu, diviralkan, setiap satu berita menjadi ribuan atau jutaan, sudah berapa orang yang keracunan," kata Mahfud dalam dialog virtual dengan Dewan Pers, asosiasi pers, dan pimpinan media, Kamis (5/8/2021). 

Khusus soal vaksin, diungkap Mahfud, jumlah hoaks yang beredar di medsos cukup banyak. Berdasar data yang dia miliki, hoaks soal vaksin sejak pada kurun 23 Januari hingga 3 Agustus 2021, tercatat sebanyak 278 hoaks. Dia mengatakan berita bohong tidak hanya merugikan pemerintah.

"Akibatya, masyarakat kitalah yang menjadi korban," katanya. 

Atas kondisi tersebut, kata Mahfud, peran media konvensional menjadi sangat penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan. 

"Pada titik inilah peran teman-teman media sangat dibutuhkan untuk mengimbangi dengan berita yang kredibel dan jadi media sosial ini perlu diimbangi oleh teman-teman yang bekerja di media mainstream," ujarnya. 

Dia menambahkan, media mainstream harusnya tidak ikut-ikutan terseret dalam arus berita hoax. Tidak terjebak mementingkan sensasional. Sebab, media mainstream harus membedakan diri dengan media sosial.. 

"Jangan sampai justru tergoda untuk membuat angel atau judul berita yang sensasional. Apa yang membedakan media sosial dengan media mainstream. Yang membedakannnya adalah standar kualitas konten. Baik sisi akurasi maupun sisi etik atau moral konten," katanya.

Hadir dalam dialog virtual itu, Ketua Dewan Pers M. Nuh dan sejumlah pemimpin media mainstream. Dialog itu merupakan kegiatan dialog virtual antara pemerintah dengan kelompok masyarakat.[]