News

Mahfud MD soal Tragedi Kanjuruhan: Diselidiki Dulu Duduk Perkaranya, Harap Sabar!

Mahfud MD soal Tragedi Kanjuruhan: Diselidiki Dulu Duduk Perkaranya, Harap Sabar!
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM RI Mohammad Mahfud MD (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan akan mengawal proses penyelidikan tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Peristiwa maut di stadion sepak bola pasca pertandingan Arema Malang vs Persebaya Surabaya itu, kata Mahfudm sudah mendapat perhatian langsung Presiden Joko Widodo.

Menurut dia, saat ini yang paling diutamakan adalah menolong korban. Baik korban yang dirawat maupun yang harus dikebumikan. Konsentrasi utama saat ini pada dua hal tersebut.

"Terkait tragedi Kanjuruhan, dalam 2-3 hari ini kita konsentrasi dulu menolong korban, baik yang harus dirawat maupun yang harus dikuburkan," katanya di akun Twitter-nya @mohmahfudmd, Minggu (2/10/2022).

baca juga:

Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan untuk menghentikan sementara pertandingan Liga hingga evaluasi total peristiwa nahas itu selesai dilakukan.

"Presiden sudah menginstruksikan penghentian pertandingan Liga sampai selesai evaluasi total," ungkapnya. 

Instruksi Presiden itu, kata Mahfud, memberi pesan kuat agar kasus kematian 180an korban diusut tuntas terlebih dahulu sebelum penyelenggaraan Liga dilanjutkan kembali. 

"Artinya ini harus diselidiki dulu duduk perkaranya. Harap sabar," katanya. 

 

Seperti diketahui, lebih dari 180 orang menjadi korban tewas mengenaskan setelah laga sepak bola yang mempertemukan kesebelasan Arema Malang vs Persebaya Surabaya. Kuat dugaan banyaknya korban jiwa itu lantaran menghirup gas air mata yang diarahkan polisi. 

Suporter yang berusaha menyelamatkan diri justru terjebak di pintu keluar yang sempit. Sementara stadion sudah dipenuhi asap gas air mata. 

Di sisi lain, peristiwa itu juga mendapat sorotan Komnas HAM. Komnas HAM membentuk tim investigasi untuk menelusuri kemungkinan dugaan pelanggaran HAM dalam peristiwa maut itu. []