News

Mahfud MD soal Motif Pembunuhan Brigadir J: Sensitif, Hanya Boleh Didengar Orang Dewasa!

Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan, motif Irjen Ferdy Sambo membunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J merupakan topik yang sensitif.

Mahfud MD soal Motif Pembunuhan Brigadir J: Sensitif, Hanya Boleh Didengar Orang Dewasa!
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM RI Mohammad Mahfud MD. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan, motif mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo membunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J merupakan topik yang sensitif.

"Soal motif (pembunuhan), nanti biar dikonstruksi hukumnya. Karena itu (topik) sensitif," ujar dia dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (9/8/2022) malam.

Bahkan, Mahfud menerangkan, motif Ferdy Sambo membunuh Brigadir J itu mungkin hanya boleh didengar oleh orang dewasa. Ia pun enggan menjelaskan lebih lanjut.

baca juga:

"Mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa," jelas Mahfud.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara resmi mengumumkan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Kendati FS sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan bahkan FS diduga sebagai aktor intelektual pembunuhan Brigadir J dibantu empat orang bawahannya, namun Polri masih enggan mengungkap motif di balik peristiwa terbunuhnya Brigadir J itu. 

"Saat ini tentunya sedang dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi termasuk terhadap Ibu PC. Terkait dengan motif dan proses dugaan pelanggaran kode etik dan tindak pidana lain akan dijelaskan Pak Irwasum dan juga ada beberapa proses yang akan terus kami lakukan untuk audit," kata Jenderal Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022). 

Kapolri menambahkan, Polri akan melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di TKP dan saksi lainnya yang terkait. Bahkan Tim Khusus telah memeriksa sedikitnya 47 saksi terkait pembunuhan Brigadir J itu.

"Ini wujud komitmen polri mengusut tuntas perkara ini sesuai harapan masyarakat dan sesuai arahan Bapak Presiden," kata mantan Kapolda Banten itu. 

Sementara itu, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri  Komjen Agung Budi Maryoto mengatakan, Polri menekankan profesionalitas dan transparan dalam melakukan penyidikan terkait kasus itu. Sehingga bisa diungkap secara terang benderang dan dibuka ke publik. 

"Bapak Kapolri menekankan pada saat itu untuk mengedepankan scientific crime investigation timsus memahami kepada media dan masyarakat (penasaran)," katanya. []