News

Mahfud MD Perintahkan Aparat Jaga Keamanan Tokoh Agama dan Rumah Ibadah

Menko Polhukam Mahfud MD memerintahkan Polisi untuk menjaga keamanan tokoh agama dan rumah-rumah ibadah.


Mahfud MD Perintahkan Aparat Jaga Keamanan Tokoh Agama dan Rumah Ibadah
Menko Polhukam Mahfud MD di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat (24/9/2021). (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memerintahkan Polisi untuk menjaga keamanan tokoh agama dan rumah-rumah ibadah. Hal ini menyusul peristiwa serangan kepada pencerah agama Islam dan Masjid yang belakangan kembali marak terjadi.

Juga, Mahfud meminta Polisi meningkatkan kewaspadaan. 

"Saya sudah memerintahkan kepada aparat di pusat dan di daerah untuk meningkatkan pengawasan, meningkatkan kesiapsiagaan, untuk menjaga keamanan di tengah masyarakat," ungkapnya dilansir dari YouTube Kemenko Polhukam, Jakarta, Minggu (26/9/2021). 

Secara khusus, Mahfud meminta penjagaan terhadap rumah ibadah dan tokoh-tokoh agama diperketat. Dia juga menyoroti kasus kekerasan dan kriminalitas yang menyasar tokoh agama dan rumah ibadah yang marak terjadi pada bulan September. 

"Saya minta juga agar rumah-rumah ibadah dijaga, diamati dengan sungguh-sungguh, tokoh-tokoh agama, fasilitas keagamaan, fasilitas publik lainnya di masa sekarang ini, masa yang biasanya kalau menjelang atau di sekitar bulan September selalu ramai dengan isu-isu seperti ini supaya dijaga dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.

Dia mengatakan, masyarakat harus tetap tenang. Segala bentuk tindakan ataupun gelagat yang mencurigakan di masyarakat, tak perlu ragu untuk dilaporkan kepada aparat keamanan. Sehingga ada upaya pencegahan ataupun mengamankan orang-orang yang diduga sebagai pelaku.

"Pemerintah juga tidak perlu ragu untuk melakukan tindakan, masyarakat pun tidak perlu segan untuk melaporkan jika mengalami sesuatu perundungan, ancaman atau bahkan mencurigai seseorang atau sekelompok orang yang ingin melakukan sesuatu yang tidak baik ingin melakukan sesuatu yang melanggar hukum, laporkan segera ke aparat keamanan setempat," katanya. 

Seperti diketahui, September memang akan selalu dikenang oleh masyarakat Indonesia. Sebab, dalam sejarahnya, bulan September menjadi bulan berdarah dalam penggalan sejarah Indonesia. Pada 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia (PKI) berupaya mengkudeta pemerintahan Soekarno.

Upaya kudeta itu didahului dengan penculikan dan pembantaian terhadap enam Jenderal TNI dan seorang petugas Polisi. Mereka kemudian dikenal sebagai 7 Pahlawan Revolusi. 

Setelah peristiwa berdarah itu, pemerintah melarang keras PKI dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang di Indonesia. []