News

Mahatma Gandhi hingga Winston Churchill, 5 Patung Tokoh Dunia Ini Jadi Sasaran Vandalisme dalam Aksi Black Lives Matter


Mahatma Gandhi hingga Winston Churchill, 5 Patung Tokoh Dunia Ini Jadi Sasaran Vandalisme dalam Aksi Black Lives Matter
Kolase foto patung yang dirusak saat demonstrasi Black Lives Matter (The Conversation dan Times of Israel)

AKURAT.CO, Kematian George Floyd di tangan polisi kembali mengobarkan perjuangan melawan rasisme. Demonstrasi Black Lives Matter marak digelar di seluruh dunia agar masyarakat juga menghargai nyawa minoritas, termasuk kulit hitam.

Patung sejumlah tokoh bersejarah dunia pun jadi sasaran amuk massa. Pasalnya, meski berjasa hingga layak diabadikan dalam bentuk patung, mereka juga dianggap sebagai pelaku rasisme. Tak ayal patung-patung ini dipenggal, dirobohkan, bahkan diceburkan ke sungai oleh para demonstran.

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 patung tokoh dunia yang jadi sasaran vandalisme dalam demonstrasi Black Lives Matter.

1. Patung Mahatma Gandhi di Washington DC, AS

Mahatma Gandhi hingga Winston Churchill, 5 Patung Tokoh Dunia Ini Jadi Sasaran Vandalisme dalam Aksi Black Lives Matter - Foto 1
Indiaglitz



Patung tokoh India ini jadi sasaran coret-coretan demonstran di ibu kota Amerika Serikat (AS) pada 2 Juni. Gandhi dikenal sebagai pelopor perlawanan tanpa kekerasan dalam menghadapi kolonialisme Inggris di India dan akhirnya berhasil menginspirasi banyak orang di dunia. Namun, saat tinggal dan bekerja di Afrika Selatan, ia sempat memancing kontroversi lantaran mengomentari orang kulit hitam.

Dalam tulisannya, Gandhi pernah menyebut orang kulit hitam Afrika Selatan sebagai 'kafir', suatu hinaan rasisme yang sangat kasar. Tak hanya itu, ia juga pernah mengatakan bahwa orang India lebih unggul dibandingkan orang kulit hitam.

2. Patung Edward Colston di Bristol, Inggris

Mahatma Gandhi hingga Winston Churchill, 5 Patung Tokoh Dunia Ini Jadi Sasaran Vandalisme dalam Aksi Black Lives Matter - Foto 2
The Conversation



Patung tokoh Inggris ini diceburkan demonstran di sungai kota Bristol pada 7 Juni. Nama Colston harum di Inggris karena dikenal sebagai seorang dermawan yang banyak melakukan proyek amal. Tak heran banyak monumen didirikan untuk mengabadikan namanya, termasuk menara, gedung, dan nama jalan.

Namun, sebelum menjadi filantropis, ia merupakan tokoh termasyhur di sebuah perusahaan dagang kerajaan yang memonopoli perdagangan budak dari Afrika. Perusahaan itu diperkirakan telah menjual 100 ribu pria, wanita, dan anak-anak Afrika ke Karibia dan Amerika Utara. Bahkan, para budak itu dilabeli inisial nama perusahaan di dadanya sebelum dijual.

3. Patung Christopher Columbus di AS

Mahatma Gandhi hingga Winston Churchill, 5 Patung Tokoh Dunia Ini Jadi Sasaran Vandalisme dalam Aksi Black Lives Matter - Foto 3
Global Times



Patung penjelajah Italia ini dipenggal kepalanya di Boston, AS, pada 9 Juni. Sementara itu, patung di Miami juga dirusak dengan cat dan patung di Virginia diseret ke danau belum lama ini. Columbus dielu-elukan sebagai penemu 'Dunia Baru', tetapi juga disalahkan telah menyebabkan genosida terhadap pribumi benua Amerika.

4. Patung Winston Churchill di Ceko, Inggris, Kanada

Mahatma Gandhi hingga Winston Churchill, 5 Patung Tokoh Dunia Ini Jadi Sasaran Vandalisme dalam Aksi Black Lives Matter - Foto 4
Times of Israel



Patung perdana menteri Inggris ini dicoret-coret dengan tulisan 'Ia seorang rasis' baik di London, Toronto, dan Praha. Padahal, Churchill sangat dihormati di Ceko lantaran menentang Adolf Hitler dan Perjanjian Munich 1939 yang membuka jalan bagi invasi Jerman ke Cekoslovakia.

Sejumlah pernyataan dan sikapnya dalam politik Inggris membuatnya dinilai rasis. Misalnya, saat Perang Dunia II, ia memprioritaskan stok makanan untuk bangsa Eropa, sehingga terjadi kelaparan hebat di Benggala pada 1943.

5. Patung Leopold II di Antwerp, Belgia

Mahatma Gandhi hingga Winston Churchill, 5 Patung Tokoh Dunia Ini Jadi Sasaran Vandalisme dalam Aksi Black Lives Matter - Foto 5
BrusselsPictures



Patung raja Belgia ini dicoret-coret hingga dirobohkan oleh demonstran di Antwerp, Belgia, pada 9 Juni. Leopold II dikenal sangat keji saat menjajah wilayah yang kini menjadi Republik Demokratik Kongo. Saking kejinya, ia sampai dikecam oleh penjajah Eropa lainnya pada 1908. Para pakar pun mengusulkan patung-patung Leopold II dipindahkan ke museum sebagai bagian dari sejarah Belgia.


Itulah 5 patung yang jadi 'korban' dalam demonstrasi Black Lives Matter.[]