News

Mahasiswi Gigit Polisi Saat Dirazia di Kampung Melayu Resmi Tersangka

Polisi memastikan mahasiswi berinisial HFR (23) yang mengigit polisi telah ditetapkan sebagai tersangka. 


Mahasiswi Gigit Polisi Saat Dirazia di Kampung Melayu Resmi Tersangka
Pengendara motor melawan saat ditindak polisi (Dok. Korlantas Polri)

AKURAT.CO, Polisi memastikan mahasiswi berinisial HFR (23) yang mengamuk hingga mengigit polisi lantaran tidak terima ditegur saat berkendara melawan arus di bawah flyover Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, telah ditetapkan sebagai tersangka. 

"Sudah ditetapkan jadi tersangka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan kepada wartawan, Jakarta, Jumat (1/7/2022).

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi mengatakan, mahasiswi tersebut dikenakan Pasal 212 dan 213 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Melawan Petugas.

baca juga:

"Sekarang yang bersangkutan ditahan di rumah tahanan Mapolres Jakarta Timur," tutur Muqaffi.

Muqaffi menuturkan, pihaknya telah memeriksa mahasiswi tersebut. Dari hasil pemeriksaan, seorang mahasiswi tersebut tidak berada di bawah pengaruh obat-obat terlarang.

“Berdasarkan hasil tes urine, dia negatif alias tidak terpengaruh narkoba,” kata Muqaffi. 

Sebelumnya, seorang pemotor wanita berinisial HFR (23) mengamuk kepada polisi lantaran tidak terima ditegur saat berkendara melawan arus di bawah Flyover Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Ahsanul Muqaffi menyebut HFR mengamuk lantaran tak terima dirinya dihentikan petugas. 

"Petugas sedang melakukan pengaturan lalu lintas di terminal Kampung Melayu Jakarta Timur, tiba-tiba pelaku mengendarai sepeda motor dari arah Jatinegara menuju Tebet dengan melawan arus," ungkap Ahsanul dalam keterangannya, Jumat (1/7/2022).

Kata Ahsanul, petugas telah meminta HFR untuk balik arah. Namun, perempuan tersebut tetap melawan dengan menabrakkan sepeda motornya ke anggota polisi.

"Setelah ditabrak, petugas kami tetap beritikad untuk menasehati dengan mengambil kunci motor pelaku, lalu meminta pelaku untuk duduk dan menenangkan diri. Namun pelaku masih melawan, disitulah penganiayaan terjadi kepada anggota kami," tuturnya.

Menurut Ahsanul, HFR melakukan pemukulan ke arah wajah petugas. Bahkan pelaku juga menggigit pergelangan tangan kanan dan sela jari petugas hingga berdarah.

"Setelah itu pelaku masih memberikan perlawanan dengan menendang paha kiri petugas, selanjutnya pelaku berusaha merebut senjata dinas petugas namun tidak berhasil," tukasnya. []