Tech

Mahasiswa UNM Ciptakan Alat Deteksi Dini Puting Beliung

Alat ini berfungsi mencatat dan merekam kecepatan angin, serta mengirim notifikasi status potensi bencana via SMS secara real time kepada handphone warga.


Mahasiswa UNM Ciptakan Alat Deteksi Dini Puting Beliung
Alat pendeteksi dini puting beliung buatan mahasiswa UNM. (UNM)

AKURAT.CO, Salah satu mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Makassar (UNM) asal kabupaten Bone, Arham, berhasil menciptakan teknologi berbasis digital peringatan dini (early warning system) bencana puting beliung.

Dengan menggunakan sebuah alat mikrokontroler, warga desa bisa setiap saat menerima notifikasi status potensi bencana melalui pesan singkat SMS. Alat ini juga menjadi poin penting dalam verifikasi Program Kampung Iklim oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Teknologi digital sederhana yang dirakit Arham terdiri dari tiga komponen utama, yaitu panel surya, sensor angin serta sistem mikrokontroler.

baca juga:

Ia menjelaskan, sistem mikrokontroler ini selain bisa mencatat dan merekam kecepatan angin, juga berfungsi mengirimkan notifikasi via SMS secara real time kepada handphone warga.

"Ada tiga jenis notifikasi yang dikirim secara otomatis kepada nomor-nomor handphone yang sudah direkam oleh system mikrokontrol, yaitu Siaga untuk kecepatan angin di atas 30 km/jam, Waspada untuk kecepatan di atas 50 km / jam, dan Awas jika kecepatan angin di atas 60 km/jam," jelas Arham, dilansir dari laman UNM, Kamis (4/8).

Arham yang juga aktif sebagai Pengurus Pokja ProKlim Dusun Masumpu ini mengaku, sengaja memilih aplikasi SMS untuk mengirimkan notifikasi karena seluruh handphone sudah pasti memiliki aplikasi ini. 

"Yang penting nomornya sudah dimasukkan dalam sistem, mereka akan menerima notifikasi SMS dimanapun ia berada sepanjang tersedia signal," kata Arham.

Ia juga membeberkan, ide pembuatan teknologi early warning system bermula muncul dari keprihatinan Pemerintah Desa Massenrengpulu dan Pokja Proklim Masumpu terhadap bencana angin puting beliung yang sering melanda desa ini.

"Dibutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk menyelesaikan satu unit. Kami masih terus melakukan pengembangan. Saya ingin alat ini terkoneksi dengan toa masjid, sekolah dan kantor desa, sehingga pada level status Awas, secara otomatis akan mengeluarkan bunyi serine," jelas Arham.

Sebagai alat penunjang kesiapsiagaan terhadap bencana angin kencang, alat ini sudah diverifikasi oleh tim verifikator Program Kampung Iklim bersama kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan dan kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone. 

Kepala Desa Massenrengpulu Wahyudi mengaku, sangat bangga atas inovasi yang dilakukan Pokja Proklim Dusun Masumpu. Pihaknya juga akan terus mendukung pengembangan alat pendeteksi dini puting beliung tersebut. Selain itu, ia juga berharap, dengan inovasi tersebut, kerugian akibat bencana puting beliung bisa diminimalisir.[]