News

Mahasiswa Somasi Jokowi Buka Draf RKUHP ke Publik, Jika Tidak...

Mahasiswa pun memberikan waktu kepada pemerintah selama 7x24 jam untuk membuka draf RKUHP.


Mahasiswa Somasi Jokowi Buka Draf RKUHP ke Publik, Jika Tidak...
para mahasiswa tersebut membacakan somasi dan meniupkan lilin untuk Presiden Jokowi.  (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Massa aksi unjuk rasa menolak RKUHP telah membubarkan diri dari kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. 

Dari pantauan AKURAT.CO di lokasi, massa membubarkan diri pada pukul 16.15 WIB. Sebelum membubarkan diri, para mahasiswa tersebut membacakan somasi dan meniupkan lilin untuk Presiden Joko Widodo.

Dalam somasi tersebut, para mahasiswa menuntut kepada pemerintah untuk segera membuka draf RKUHP. 

baca juga:

Mahasiswa pun memberikan waktu kepada pemerintah selama 7x24 jam untuk membuka draf RKUHP. Apabila tidak dipenuhi, para mahasiswa mengancam untuk melakukan aksi yang lebih besar dari 2019.

"Dalam 7 x 24 jam dari hari ini jika tidak dibuka kita akan coba lagi menguatkan serta menghidupkan poros-poros gelombang besar dari tiap wilayah untuk sama sama kita gaungkan bahwa kita sangat menyayangkan sikap tertutup dari Presiden serta DPR RI terhadap perubahan RKUHP ini," kata perwakilan mahasiswa Universitas Trilogi, Adli Ahmad Ibrahim saat ditemui di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2022). 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BEM UI Bayu Satria Utomo mengatakan, pihaknya akan melakukan konsolidasi mengenai aksi besar-besaran tersebut. 

"Kami tentu akan melangsungkan konsolidasi di Jakarta. Lalu juga ada konsolidasi nasional agar kemudian setiap wilayah bisa bergerak, dan puncaknya adalah 28 Juni 2022," kata Bayu. 

Kendati demikian, Bayu belum bisa memastikan jumlah massa yang akan melakukan aksi besar-besaran itu. 

"Tentu kalo perkiraan massa, ini akan jadi suatu gelombang yang besar, karena kami membawa tagline 'semua bisa kena', jadi semua bisa kena ini karena RKUHP menyangkut hajat hidup orang banyak dan menyangkut keseharian dari masyarakat indonesia," lanjut Bayu. 

Sebagaimana diketahui, mahasiswa menggelar aksi demonstrasi menolak draf RKUHP di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, siang ini. 

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kita agar naskah RKUHP segera di tolak demi kepentingan masyarakat. 

Demonstrasi ini dinyatakan sebagai perayaan ulang tahun ke-61 Presiden Joko Widodo (Jokowi), 21 Juni. 

"Bertepatan di ulang tahun Pak Jokowi hari ini kita ingin kasih kado ya. Jadi kadonya adalah kita merayakan ulang tahun Pak Jokowi dengan melaksanakan aksi," kata Ketua BEM UI, Bayu Satria Utomo kepada wartawan, Selasa (21/6/2022). 

Aksi digelar secara simbolik di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat sekitar pukul 14.00 WIB. Unjuk rasa akan diikuti banyak elemen masyarakat.

Sebagai aksi simbolik, mereka akan memberi hadiah ulang tahun kepada Jokowi berupa 'somasi RKUHP'. Isinya adalah pernyataan sikap yang memuat desakan membuka draf RKUHP terbaru, bukan draf RKUHP tahun 2019 sebagaimana yang sekarang telah beredar. 

"Hadiah ulang tahun Presiden Jokowi: Somasi RKUHP," kata Aliansi Nasional Reformasi KUHP dalam pernyataan sikapnya. 

Mereka menyoroti pasal-pasal problematik dalam RKUHP berupa living law, soal pidana mati, contempt of court, penyerangan harkat dan martabat presiden, aborsi, hate speech, kohabitasi, pidana untuk demonstrasi tanpa pemberitahuan, hingga penghinaan terhadap penguasa. []