Tech

Mahasiswa FTUI Rancang Dua Sistem Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi

Dua sistem pengolahan sampah berbasis teknologi ini dirancang karena keprihatinan terhadap kondisi sampah di Indonesia


Mahasiswa FTUI Rancang Dua Sistem Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi
Skema sistem Smart Medical Waste Management (SMW). (ui.ac.id)

AKURAT.CO Mahasiswa Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia (FTUI) angkatan 2019, Juan Fidel Ferdani merancang dua sistem pengolahan sampah berbasis teknologi, yaitu Smart Medical Waste Management (SMW) dan konsep toko isi ulang, Eco-Refill Store. Sistem tersebut dirancang karena keprihatinan Juan terhadap kondisi sampah di Indonesia. 

Smart Medical Waste Management (SMW) merupakan sistem pengelolaan sampah medis berbasis Internet of Things (IoT). Terintegrasi dengan ponsel untuk mengoptimalkan manajemen sampah limbah medis di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), sehingga dapat mendeteksi jika keberadaan sampah medis dianggap sudah melebihi batas.

Dengan begitu petugas pengangkut bisa segera memproses pengangkutan limbah secara efektif dan efisien. Tidak lagi harus menunggu sampai menumpuk.

SMW sendiri terdiri dari dua komponen, yaitu portable medical waste container (tempat sampah medis portabel) dan aplikasi pemantauan berbasis Android. Tempat sampah tersebut sudah modifikasi dan dilengkapi dengan sejumlah perangkat keras termasuk sensor ultrasonic.

Mampu mendeteksi adanya lokasi dan perubahan ketinggian volume sampah. Data ini kemudian akan dikirimkan secara real time ke aplikasi pemantauan yang terpasang di ponsel petugas pengangkut sampah.

"Dengan sistem ini, petugas pengangkut sampah cukup melihat notifikasi di ponsel mereka. Untuk mengetahui apakah limbah medis sudah harus diangkut atau belum. Dengan begitu, fasyankes tidak harus menyiapkan sebuah fasilitas alat pengolahan limbah tersendiri, yang biasanya memang cukup mahal. Cukup menggunakan sistem pengangkutan manual oleh petugas seperti biasanya," ungkap Juan, dilansir dari laman Universitas Indonesia. 

Sementara itu, untuk konsep Eco-Refill Store, difokuskan pada pengelolaan sampah plastik. Di mana ini merupakan konsep toko isi ulang yang menjual produk consumer goods tanpa kemasan dan ekonomis untuk konsumen. Mereka yang ingin berbelanja diharapkan membawa tempat penyimpanan makanan sendiri. 

"Konsumen dapat berbelanja produk- produk yang dibutuhkan pada refill station yang telah disediakan di dalam toko. Konsep toko ini didukung oleh aplikasi digital Eco-Refill Application yang dirancang agar konsumen dapat melakukan kegiatan isi ulang produk dengan lebih mudah," ungkap Juan. 

Pada aplikasi tersebut memiliki dua fitur utama, yaitu store dan delivery. Pada fitur store, konsumen bisa mengakses lokasi Eco-Refill Store untuk mengetahui lokasi terdekat yang dapat dikunjungi.