News

Mahasiswa di Yogya Nekat Habisi Kakek Sendiri karena Masalah Utang, Terancam Hukuman Mati!

Mahasiswa di Yogya Nekat Habisi Kakek Sendiri karena Masalah Utang, Terancam Hukuman Mati!
Ilustrasi Mayat (Istimewa)

AKURAT.CO, Seorang mahasiswa berinisial RO (19), warga Gowongan, Jetis, Kota Yogyakarta, terancam hukuman mati usai diduga menghabisi nyawa kakeknya sendiri, MO (74). Kasus ini terjadi pada Rabu (23/11/2022) lalu dan berhasil diungkap jajaran Polresta Yogyakarta.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Idham Mahdi mengatakan, kasus ini terungkap setelah istri korban, YRO (78) menemukan kejanggalan dalam kematian suaminya, Kamis (24/11/2022).

"Sejak awal kasus ini memang awalnya dikaburkan, merupakan aksi pembunuhan," kata Idham, Jumat (25/11/2022).

baca juga:

Idham menerangkan, YRO menemukan suaminya dalam kondisi tak bernyawa di dalam mobil setelah bepergian bersama RO sejak Rabu malam. RO kala itu ikut mengantar kakeknya ke Rumah Sakit Panti Rapih.

Nahas, MO ternyata saat itu sudah tidak bernyawa. Namun, petugas medis mendapati tanda-tanda bekas kekerasan di bagian leher. YRO kemudian menindaklanjutinya dengan melapor ke Polresta Yogyakarta.

Polisi lalu melakukan penyelidikan dengan melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, dan rekaman kamera pengawas yang merekam perjalanan mobil tumpangan korban malam sebelum kejadian.

Hasilnya, polisi mendapati rekaman video yang menunjukkan mobil tumpangan RO dan MO berhenti di halaman parkir McDonald's Jalan Jenderal Sudirman, Kotabaru dan IGD RS Panti Rapih. Ada sosok lain saat itu selain korban dan pelaku.

Lalu, polisi memeriksa RO dan yang bersangkutan mengakui membunuh kakeknya sendiri dengan cara menjerat lehernya dari belakang memakai seutas tali dan kabel kala berada di dalam mobil. RO mengeksekusi MO bersama GK (18), warga Denpasar, yang masuk ke mobil setelah berpura-pura menjadi petugas parkir di halaman McDonald's, Rabu malam.

"Mereka (RO dan GK) teman satu sekolah dari SMA sampai dengan sekarang," kata Idham.

Dari keterangan RO, polisi akhirnya berhasil mengamankan GK dan mengungkap motif di balik pembunuhan MO ini. Dugaan sementara RO berbuat demikian lantaran memiliki utang Rp80 juta kepada korban.

"Dugaan sementara ya ada bisnis online, RO ini diberi pinjaman uang oleh MO dan sudah sekian waktu tidak dikembalikan, dan hasil daripada bisnis itu tidak menghasilkan. Sehingga merasa untuk menghilangkan utang itu," jelas Idham.

"Pelaku dalam hal ini cucu, tapi sejak kecil sejak bayi memang sudah bersama dan dirawat oleh korban," sambungnya.

Dari kasus ini, polisi mengamankan serangkaian barang bukti meliputi, mobil yang ditumpangi korban dan kedua pelaku, seutas tali terbuat dari kain, kabel, dan ponsel.

Polisi telah menetapkan RO dan GK ini sebagai tersangka dan keduanya kini sudah ditahan. Mereka dikenakan Pasal 340 KUHP jo Pasal 56 subsider Pasal 338 jo Pasal 55 dan 56. Keduanya terancam hukuman mati atau pidana penjara 20 tahun. []